SAMARINDA — Aksi kriminalitas di Samarinda makin hari makin nekat dan meresahkan. Kali ini, pelaku kejahatan tidak lagi mengincar rumah kosong atau kendaraan bermotor, melainkan nekat menggasak pagar besi pengaman Jembatan Sungai Lais yang terletak di Jalan Peternakan, RT 8, Kelurahan Sungai Kapih. Lenyapnya fasilitas umum ini seketika mengubah jembatan menjadi jalur maut yang mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Aksi pencurian ini diperkirakan terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 Wita. Warga sekitar baru menyadari hilangnya pagar pembatas tersebut keesokan harinya dan langsung melaporkannya ke pihak kelurahan karena khawatir akan memicu kecelakaan fatal.
Lurah Sungai Kapih, Misbahul Munir Alhabsy, membenarkan kejadian yang merugikan publik tersebut. Ia menjelaskan bahwa hilangnya pagar pengaman sepanjang 2 meter itu terjadi di titik yang memang sangat rawan karena minimnya fasilitas lampu jalan.
"Kami menerima laporan dari warga RT 8 bahwa pagar besi jembatan telah hilang diduga dicuri. Kejadiannya diperkirakan berlangsung pada malam hari. Lokasi itu memang gelap karena belum ada lampu penerangan jalan, sehingga cukup rawan," ujar Misbahul.
Hilangnya besi pembatas ini menjadi teror tersendiri bagi pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas, terutama saat hari mulai gelap. Tanpa adanya pagar pelindung di sisi jembatan, pengendara yang kurang waspada atau tergelincir berisiko langsung terjun bebas ke bawah jembatan.
"Kondisi ini harus segera ditangani. Fungsi pagar sangat penting sebagai pengaman, sehingga apabila dibiarkan dapat membahayakan masyarakat yang melintas," tambahnya dengan nada cemas.
Atas kejadian tersebut, pihak kelurahan bergerak cepat dengan meneruskan laporan kepada instansi terkait agar pagar yang hilang bisa segera diganti dengan yang baru. Selain itu, pemerintah setempat juga mendorong percepatan pemasangan lampu penerangan jalan di kawasan tersebut sebagai langkah pencegahan jangka panjang agar aksi serupa tidak kembali terulang.
Misbahul juga berharap penuh kepada aparat kepolisian agar bisa segera memburu dan menangkap pelaku penjarahan fasilitas umum ini. Bagi dia, tindakan merusak dan mencuri fasilitas publik bukan lagi sekadar perkara kerugian materiil bagi negara, melainkan sudah masuk dalam ranah mempertaruhkan nyawa orang banyak.
"Kami berharap pelakunya segera ditangkap. Kami juga mengimbau masyarakat agar semakin peka dan segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar jembatan, sehingga kejadian serupa bisa dicegah sejak awal," pungkas Misbahul. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co