PROKAL.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Rutan Kelas I Samarinda menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), skrining tuberkulosis (TB), serta donor darah di Rutan Kelas I Samarinda, Senin (3/8/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri.
Saefuddin mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Pemkot Samarinda melalui Dinas Kesehatan dengan Rutan Kelas I Samarinda dalam meningkatkan layanan kesehatan, baik bagi petugas maupun warga binaan.
"Alhamdulillah antusias pegawai maupun warga binaan sangat tinggi mengikuti kegiatan ini," ungkapnya saat diwawancarai.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terjaga, sekaligus mendeteksi dini apabila ditemukan penyakit menular maupun penyakit kronis.
"Kalau memang ditemukan penyakit menular, tentu akan dilakukan isolasi dan pengobatan sampai sembuh sebelum kembali bergabung dengan warga binaan lainnya," jelasnya.
Saefuddin berharap kolaborasi serupa tidak berhenti pada kegiatan kali ini. Ia menilai masih banyak program kesehatan yang dapat dikerjakan bersama demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
"Ini baru langkah awal. Ke depan tentu akan kita evaluasi dan kita ramu lagi agar kegiatan seperti donor darah maupun pemeriksaan kesehatan bisa berjalan lebih baik lagi," katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Timur (Kaltim), Endang Lintang Hardiman, mengapresiasi dukungan Pemkot Samarinda yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
"Saya mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Samarinda, terutama Pak Wakil Wali Kota yang hadir langsung memberikan dukungan terhadap kegiatan ini," ujarnya.
Endang mengungkapkan antusiasme warga binaan sangat tinggi mengikuti pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, mereka ingin memastikan kondisi kesehatannya tetap baik selama menjalani masa pembinaan.
"Mereka ingin diperiksa dan dinyatakan sehat karena kesehatan itu sangat penting bagi mereka. Jika ditemukan kasus TB, biasanya langsung kami isolasi dan diobati hingga sembuh, baru kemudian kembali bergabung dengan warga binaan lainnya," jelasnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, misalnya setiap tiga bulan sekali, sehingga kondisi kesehatan warga binaan dapat terus dipantau secara berkala.
"Dengan pemeriksaan rutin, kami ingin memastikan seluruh warga binaan berada dalam kondisi sehat selama menjalani pembinaan di dalam rutan," imbuhnya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co