RSUD IA Moeis Istirahatkan Sementara Dokter yang Diduga Berkomentar pada Kasus Pasien Viral

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 13:36 WIB
 dr. Osa Rafsodia
dr. Osa Rafsodia

PROKAL.CO, SAMARINDA – Manajemen RSUD IA Moeis Samarinda mengistirahatkan sementara seorang dokter berinisial RM yang diduga memberikan komentar di media sosial terkait unggahan seorang pasien pengguna BPJS yang viral sebelum akhirnya meninggal dunia.

Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, dr. Osa Rafsodia mengatakan pihak rumah sakit telah memanggil dokter yang bersangkutan dan melakukan pemeriksaan sesuai aturan disiplin kepegawaian. "Bersangkutan sudah kami panggil dan sudah dilakukan proses sesuai peraturan perundang-undangan terkait kedisiplinan pegawai. Yang bersangkutan juga sudah menyatakan permintaan maaf," ucapnya saat ditemui Rabu (5/8/2028).

Sebagai tindak lanjut, manajemen memutuskan untuk mengistirahatkan sementara dokter tersebut selama dua hingga tiga hari sambil menunggu perkembangan pemeriksaan. "Sekarang diistirahatkan dulu, biar tenang dulu. Dua sampai tiga hari kita lihat situasinya. Kami juga sudah melaporkan persoalan ini ke Inspektorat Daerah," katanya.

Baca Juga: Soroti Komentar Tak Etis Nakes ke Pasien BPJS yang Berujung Duka, Kemenkes Sentil Etika dan Empati Profesi

Osa menegaskan, peristiwa yang viral tersebut tidak terjadi di RSUD IA Moeis Samarinda. Menurutnya, dokter RM hanya diduga memberikan komentar pada unggahan di media sosial milik orang lain. "Yang bersangkutan hanya berkomentar di Instagram orang lain," jelasnya.

Terkait kemungkinan sanksi lebih lanjut, termasuk pemberhentian sebagai pegawai, Osa menyebut keputusan tersebut masih menunggu perkembangan nantinya. "Belum tahu, nanti kita lihat," ucapnya. Dokter RM merupakan pegawai BLUD yang telah bertugas di RSUD IA Moeis sekitar satu tahun. Selama ini, yang bersangkutan dikenal memiliki kinerja yang baik, khususnya saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Sejauh ini kinerjanya cukup baik, responsif di UGD, salah satu dokter yang kami andalkan," tuturnya. Diketahui sebelumnya, media sosial dihebohkan oleh unggahan seorang pasien pengguna BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan yang mengaku telah menunggu sekitar delapan jam namun belum mendapatkan ruang perawatan.

"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal dalam unggahannya. Unggahan tersebut memicu berbagai komentar, termasuk yang diduga berasal dari tenaga kesehatan. Tak lama kemudian, Yurizal dikabarkan meninggal dunia sehingga memunculkan kecaman publik terhadap komentar-komentar yang dinilai tidak berempati. Salah satu akun yang menjadi sorotan diketahui diduga milik dokter berinisial RM yang bertugas di RSUD IA Moeis Samarinda. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda