Kondisi jembatan yang tanpa lampu selama bertahun-tahun ini memang kerap dikeluhkan para pengguna jalan karena tak hanya merenggut kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan tindakan kriminalitas di malam hari. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kaltim, Muhran, mengonfirmasi bahwa status Jembatan Mahulu sepenuhnya merupakan aset Pemprov Kaltim. Pihaknya kini tengah berkoordinasi intensif dengan UPTD Pemeliharaan Infrastruktur Wilayah II untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pada instalasi listrik di lokasi.
"Memang itu menjadi aset kami. Instalasinya sebenarnya sudah ada, tinggal mengganti lampu. Kami terus berkoordinasi dengan UPTD II, mudah-mudahan sesegera mungkin karena ini menjadi permintaan masyarakat," ujar Muhran, Senin (10/8).
Meskipun penanganan diprioritaskan, Dinas PUPR Kaltim tak menampik adanya ganjalan anggaran. Proses pengerjaan akan sangat mengandalkan sisa alokasi dana pemeliharaan rutin yang ada di UPTD terkait. Di samping itu, tim teknis juga harus memastikan penyebab utama padamnya aliran listrik di jembatan tersebut, apakah murni karena bola lampu yang putus atau terdapat kendala teknis yang lebih berat pada jaringan kabel utama.
Muhran berharap kerusakan yang terjadi tidak menyasar komponen vital lain yang membutuhkan biaya besar. Jika masalahnya sekadar penggantian bohlam, proses penerangan dapat diselesaikan dalam hitungan hari sebelum momen kemerdekaan. Namun, apabila ditemukan kerusakan sistemik atau indikasi pencurian komponen kabel di lapangan, proses penanganan dipastikan memakan waktu dan anggaran yang jauh lebih besar.
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co