Tragedi di Turunan Gunung BNN, Warga Loa Bakung Tewas Usai Vespa Maticnya Oleng dan Hantam ‘Kendaraa

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:25 WIB
Unit Gakkum Satlantas Polresta Samarinda lakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jalan Rapak Indah, Kecamatan Sungai Kunjang. (kis)
Unit Gakkum Satlantas Polresta Samarinda lakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jalan Rapak Indah, Kecamatan Sungai Kunjang. (kis)

SAMARINDA – Sebuah kecelakaan maut yang merenggut nyawa terjadi di Jalan Rapak Indah, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kamis (13/8/2026) pagi. Seorang pria bernama MNr (41), warga Loa Bakung, meregang nyawa setelah terlibat kecelakaan tragis saat melintasi jalan menurun di kawasan tersebut.

Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo, memberikan keterangannya mengenai kronologi kejadian tersebut pada Jumat (14/8/2026).

“Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 09.50 Wita. Korban saat itu mengendarai Vespa Matic KT-6151-II, datang dari arah Jalan Jakarta menuju Jalan Rapak Indah,” ungkap Kompol La Ode Prasetyo.

Tragedi bermula ketika korban tiba di lokasi kejadian, tepatnya di ruas jalan menurun kawasan Gunung BNN Provinsi. Laju sepeda motor Vespa yang dikendarai koran tiba-tiba oleng. Kondisi ini membuat korban kehilangan kendali dan terjatuh.

“Pengendara oleng dan terjatuh ke kanan, kemudian membentur kendaraan yang belum diketahui identitasnya. Setelah itu terjadi kecelakaan lalu lintas,” terang Kasat Lantas memberikan detail kejadian.

Benturan keras tersebut menyebabkan Natsir mengalami luka yang sangat serius. Petugas yang tiba di lokasi kejadian segera melakukan penanganan darurat dan melakukan pendataan terhadap korban serta saksi-saksi. Natsir sempat dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah kecelakaan, namun nyawanya akhirnya tidak dapat diselamatkan.

Dalam kejadian ini, total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 2 juta. Polisi telah melakukan pemeriksaan awal terhadap kendaraan korban. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa Vespa matic tersebut masih dalam kondisi standar, termasuk kondisi ban dan indikator rem yang berfungsi dengan baik, serta dilengkapi STNKB. Namun, terungkap bahwa korban tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) C.

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Fokus utama penyelidikan adalah mencari identitas kendaraan yang diduga terlibat dalam benturan dengan korban dan belum diketahui tersebut. Petugas Unit Gakkum Satlantas Polresta Samarinda telah mengumpulkan sejumlah keterangan, petunjuk, dan barang bukti di lokasi kejadian, serta akan memeriksa saksi-saksi guna mendapatkan gambaran utuh.

Menindaklanjuti kecelakaan tersebut, Satlantas Polresta Samarinda akan menyiapkan sejumlah langkah pencegahan, termasuk pemasangan spanduk imbauan keselamatan lalu lintas di lokasi rawan. Patroli pada jam-jam rawan kecelakaan juga akan ditingkatkan, terutama di perbatasan kota.

Kompol La Ode Prasetyo mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, terutama di ruas jalan menurun.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan, serta menggunakan perlengkapan keselamatan. Jangan memaksakan berkendara apabila kondisi tidak memungkinkan, karena keselamatan adalah yang utama,” tegasnya mengakhiri. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda