PROKAL.CO, SAMARINDA — Aktivitas fotografer jalanan yang mengabadikan pengendara mulai marak terlihat pada akhir pekan di sejumlah ruas jalan poros di Samarinda. Di antaranya Jalan Poros Samarinda-Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), hingga jalur Samarinda-Balikpapan.
Para fotografer biasanya mengambil gambar pengendara yang melintas, termasuk pengendara sepeda motor dari kalangan remaja. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda, terutama terkait aspek keselamatan di jalan raya.
Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Laode Prasetyo mengatakan aktivitas fotografi di pinggir jalan pada dasarnya diperbolehkan selama tidak mengganggu arus lalu lintas dan dilakukan dari posisi yang aman.
“Untuk fotografer kami persilakan saja untuk mengambil foto atau mendokumentasikan, namun tidak mengganggu aktivitas jalan raya,” ungkapnya kepada media.
Laode meminta fotografer tidak mengambil posisi yang terlalu dekat dengan kendaraan atau menggunakan cara yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
“Jangan sampai ketika mengambil foto mereka mengambil angle yang membahayakan, posisi dia mudah ditabrak,” katanya.
Selain itu, polisi juga mengingatkan agar fotografer tidak mengambil gambar atau video dengan menggunakan sepeda motor secara berboncengan. Mengingat aktivitas tersebut berpotensi membahayakan karena pengendara maupun fotografer dapat kehilangan fokus saat kendaraan tetap melaju. “Tapi kalau hanya mengambil foto di tempat saja kami tidak masalah,” jelasnya.
Di sisi lain, Satlantas Polresta Samarinda juga memberikan perhatian kepada para pengendara yang menjadi objek fotografi. Laode mengimbau pengendara tetap mematuhi aturan lalu lintas dan tidak melakukan aksi berlebihan hanya karena mengetahui dirinya sedang dipotret.
“Kami lebih mengimbau kepada masyarakat, pengguna jalan, untuk tidak balapan. Ketika melihat fotografer, tidak usah terlalu banyak gaya,” tegasnya. Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui adanya kecelakaan yang melibatkan fotografer jalanan dengan pengendara di lokasi-lokasi tersebut.
“Sampai saat ini, kalau kecelakaan yang melibatkan pengguna kendaraan roda dua dengan fotografer, dari pengetahuan kami belum ada,” ungkap Laode. Meski demikian, ia meminta seluruh pengguna jalan tetap berhati-hati. Terlebih, jalur Poros Samarinda-Tenggarong maupun Samarinda-Balikpapan merupakan ruas yang dilalui banyak kendaraan dengan kecepatan cukup tinggi.
Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas, baik bagi fotografer maupun pengendara. “Intinya kembali lagi kepada pengguna kendaraan untuk lebih hati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co