Wali Kota Samarinda Andi Harun Ingatkan Bahaya Hoaks bagi Persatuan Bangsa

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 19:15 WIB
Walikota Samarinda Andi Harun
Walikota Samarinda Andi Harun

PROKAL.CO, SAMARINDA — Wali Kota Samarinda Andi Harun mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan teknologi informasi sebagai sarana penyebaran hoaks dan isu negatif yang dapat mengancam persatuan bangsa. Pesan tersebut disampaikan Andi Harun usai momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di GOR Segiri Samarinda, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia yang telah berlangsung selama 81 tahun harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat kecintaan terhadap bangsa dan negara. Namun, di sisi lain, masyarakat juga perlu menyadari bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan perkara mudah.

“Dengan 81 tahun kemerdekaan Indonesia, kita pada saat yang bersamaan juga harus menyadari bahwa tantangan menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia itu tidak mudah,” ucapnya. Ia menilai perkembangan teknologi informasi membawa tantangan tersendiri dalam menjaga persatuan. Jika tidak digunakan secara bijak, teknologi dapat menjadi sarana penyebaran informasi palsu maupun isu negatif yang berpotensi memecah masyarakat.

Mengingatkan, sejarah menunjukkan perpecahan sebuah bangsa dapat diawali dari penyebaran informasi yang menyesatkan. “Sejarah membuktikan bahwa pecahnya bangsa atau pecahnya sebuah negara itu dimulai dari hoaks,” katanya.

Menurut dia, penyebaran hoaks saat ini semakin mudah karena dukungan teknologi informasi. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu negatif yang menyangkut kondisi bangsa, pemimpin nasional maupun semangat kedaerahan yang sempit.

“Jika tidak digunakan dengan baik, misalnya menjadi media penyebar isu-isu negatif terhadap kondisi bangsa, isu-isu negatif terhadap pemimpin nasional dan semangat primordialistik kedaerahan yang sempit, pada batas tertentu suatu hari bisa memecah kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” jelasnya.

Orang nomor satu di Kota Tepian tersebut menegaskan, kemerdekaan dan persatuan nasional merupakan sesuatu yang diraih melalui perjuangan panjang dan pengorbanan besar. Karena itu, momentum 17 Agustus 2026 harus menjadi kesempatan untuk kembali memperteguh komitmen kebangsaan.

Ia mengajak seluruh masyarakat berkontribusi melalui hal-hal positif dan setidaknya menghindari tindakan yang dapat merugikan bangsa. Khusus untuk Samarinda dan Kalimantan Timur masyarakat diajak menghadapi berbagai tantangan dengan persatuan, kekompakan dan semangat gotong royong. Memang, tidak ada kesempurnaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pembangunan. Namun, menurutnya, perbedaan dapat dihadapi apabila masyarakat tetap menjaga kebersamaan. “Dengan persatuan, kekompakan, kebersamaan serta semangat gotong royong yang dilandasi semangat keberagaman, kita akan terus berhasil merajut dan mempererat persatuan nasional kita di daerah,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda