Rakerda PERSAKMI Kaltim di IKN Lahirkan Program Satu Sarjana Satu Desa

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 11:42 WIB
PERSAKMI
PERSAKMI

PROKAL.CO, SAMARINDA– Pengurus Daerah Persatuan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Kalimantan Timur meluncurkan gagasan program “Satu Sarjana, Satu Desa/Kelurahan” sebagai upaya memperluas keterlibatan tenaga kesehatan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Program tersebut menjadi salah satu hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PERSAKMI Kalimantan Timur yang digelar di Gedung Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), kawasan IKN. Melalui program itu, sarjana dan profesional kesehatan masyarakat diharapkan dapat terlibat langsung dalam pendampingan warga sesuai persoalan kesehatan yang dihadapi masing-masing daerah.

Kegiatan Rakerda dibuka Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud dan dihadiri sejumlah pejabat OIKN, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pengurus pusat PERSAKMI, organisasi profesi, serta pengurus cabang PERSAKMI dari sejumlah daerah di Kaltim.

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud berharap PERSAKMI dapat memperkuat kontribusinya dalam membantu pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Menurut dia, keberadaan sarjana dan profesional kesehatan masyarakat yang tersebar di berbagai daerah menjadi modal penting untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit dan promosi kesehatan.

"PERSAKMI memiliki potensi besar melalui para sarjana dan profesional kesehatan masyarakat yang tersebar di berbagai daerah. Kami berharap organisasi ini terus hadir memberikan gagasan, edukasi, pendampingan, dan solusi nyata," ujar Rudy.

Ia menyoroti sejumlah persoalan kesehatan yang masih membutuhkan perhatian serius di Kalimantan Timur, di antaranya stunting dan tuberkulosis.

Menurut Rudy, penanganan persoalan tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau tenaga medis. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi profesi, dunia usaha, dan masyarakat.

Karena itu, PERSAKMI diharapkan dapat menjadi salah satu mitra pemerintah dalam memperkuat pendekatan promotif dan preventif hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin menyambut pelaksanaan Rakerda PERSAKMI di kawasan IKN.

Menurut dia, pembangunan Ibu Kota Nusantara tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas manusia, termasuk kesehatan masyarakat. "Kami menyambut baik kehadiran PERSAKMI di IKN. Pembangunan kota harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat," katanya.

Ketua Umum PP PERSAKMI Aminuddin Syam dalam kesempatan itu mendorong pengurus daerah dan cabang untuk memperkuat kolaborasi serta menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu langkah yang kemudian dirumuskan adalah program "Satu Sarjana, Satu Desa/Kelurahan".

Program tersebut dirancang untuk mendorong keterlibatan langsung sarjana kesehatan masyarakat dalam memetakan persoalan kesehatan, memberikan edukasi, serta melakukan pemberdayaan masyarakat.

Pendampingan juga diarahkan untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan stunting dan tuberkulosis, serta berbagai program promotif dan preventif lainnya. Ketua Pengda PERSAKMI Kalimantan Timur Masyita mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan pembangunan kesehatan agar tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan.

"Pembangunan kesehatan harus dapat menjangkau masyarakat hingga desa dan kelurahan, terutama wilayah yang masih membutuhkan penguatan pendampingan kesehatan masyarakat," ujarnya. Selain merumuskan program kerja, Rakerda juga membahas penguatan kelembagaan organisasi di Kalimantan Timur.

Saat ini, kepengurusan cabang PERSAKMI telah terbentuk di Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Ke depan, PERSAKMI Kaltim menargetkan pembentukan kepengurusan cabang di enam kabupaten dan kota lainnya.

Dengan terbentuknya jaringan organisasi di seluruh wilayah, koordinasi dan pelaksanaan program kesehatan masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih merata.

Rangkaian Rakerda juga diisi kegiatan Fun Run 5K yang digelar di kawasan IKN. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.300 peserta dari berbagai unsur.

Peserta berasal dari PERSAKMI, Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Timur, Tim Penggerak PKK Kaltim, Kamar Dagang dan Industri Kaltim, Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan, serta masyarakat umum. Ketua Panitia Rakerda dan Fun Run, Ratno Adrianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye gaya hidup sehat sekaligus ruang memperkuat interaksi antara berbagai unsur masyarakat.

Fun Run dilepas Gubernur Kaltim bersama sejumlah pejabat dan perwakilan organisasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah dan hiburan. Pada Minggu pagi, peserta juga mengikuti kunjungan ke Istana Negara dan kawasan glamping di IKN untuk melihat perkembangan pembangunan ibu kota baru. Masyita mengatakan, Rakerda tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan gerakan kesehatan masyarakat di Kalimantan Timur.

Program "Satu Sarjana, Satu Desa/Kelurahan" selanjutnya direncanakan ditindaklanjuti melalui kerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kalimantan Timur dan pelaksanaan proyek percontohan di salah satu kabupaten atau kota.

Melalui pendekatan tersebut, PERSAKMI Kaltim berharap dapat mengambil peran dalam membantu penanganan persoalan kesehatan, termasuk penurunan angka stunting dan tuberkulosis.

"Dari IKN, kami ingin membangun gerakan yang tidak berhenti pada forum organisasi, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata dan pendampingan kepada masyarakat," kata Masyita. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda