Pangkas Perjalanan Dinas Hingga 95 Persen, Wali Kota Samarinda Resmikan 4 Puskesmas Modern

Indra Zakaria • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 11:55 WIB
Wali Kota Samarinda Andi Harun menandatangani batu prasasti Gedung UPTD Puskesmas Sungai Kapih, salah satu faskes yang peresmiannya dipusatkan di Gedung KIA RSUD I.A. Moeis.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menandatangani batu prasasti Gedung UPTD Puskesmas Sungai Kapih, salah satu faskes yang peresmiannya dipusatkan di Gedung KIA RSUD I.A. Moeis.

 
SAMARINDA — Langkah berani diambil Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun. Dengan memotong anggaran perjalanan dinas serta biaya makan dan minum hingga di atas 95 persen, Pemkot Samarinda membuktikan bahwa efisiensi anggaran dapat dialihkan langsung untuk memperkuat fasilitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.

Komitmen tersebut ditunjukkan dalam peresmian empat UPTD Puskesmas hasil transformasi, yakni Puskesmas Harapan Baru, Sungai Kapih, Bantuas, dan Mangkupalas, yang dipusatkan di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSUD I.A. Moeis Samarinda. Bersamaan dengan itu, turut diresmikan Gedung Cathlab Jantung, Gedung Gizi, serta Gedung Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Bahkan, Puskesmas Harapan Baru yang sebelumnya dinilai kurang layak, kini langsung melejit meraih predikat akreditasi paripurna dari Kementerian Kesehatan usai dirombak total.

Andi Harun menegaskan bahwa hemat anggaran bukan berarti menghentikan belanja APBD, melainkan menyaring belanja tidak prioritas demi kepentingan masyarakat luas. Ia secara terbuka mengkritik tradisi perjalanan dinas yang sering kali tidak memberikan dampak nyata dan siap jika data anggaran dinas dibedah secara transparan.

Menurut Andi Harun, pemangkasan biaya operasional kantor dan perjalanan dinas hingga 95 persen menjadi kunci utama agar alokasi dana daerah bisa disisihkan untuk membangun infrastruktur vital seperti puskesmas dan jalan raya. Jika alokasi hemat anggaran hanya menyentuh angka 50 persen, hal itu belum bisa dikategorikan sebagai bentuk penghematan anggaran yang sesungguhnya.

Tidak berhenti pada pembenahan fasilitas dasar, Pemkot Samarinda juga menyimpan ambisi besar di sektor pelayanan medis lanjutan. Gedung KIA RSUD I.A. Moeis diproyeksikan bakal dikembangkan untuk menghadirkan layanan bayi tabung (In Vitro Fertilization). Skema ini membutuhkan tambahan pengadaan fasilitas medis dengan estimasi anggaran berkisar antara Rp10 miliar hingga Rp12 miliar.

Andi Harun telah meminta jajaran manajemen rumah sakit untuk menyusun proposal perencanaan agar alokasi anggarannya dapat diupayakan pada tahun mendatang. Kehadiran fasilitas bayi tabung ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi warga Kalimantan Timur sehingga tidak perlu lagi berobat ke luar daerah atau luar negeri.

Di sisi lain, peresmian Gedung Gizi dan Gedung Promosi Kesehatan juga dinilai sangat krusial. Pemulihan pasien di rumah sakit dinilai tidak hanya bertumpu pada obat-obatan semata, tetapi juga didukung oleh asupan nutrisi yang steril dan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Rangkaian peresmian sarana kesehatan ini menjadi bukti nyata bahwa instruksi efisiensi fiskal dari pemerintah pusat dapat diselaraskan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Andi Harun berharap seluruh gedung dan fasilitas kesehatan yang baru diresmikan ini tidak sekadar menjadi bangunan megah, melainkan memberi dampak positif yang langsung dirasakan oleh seluruh warga Kota Samarinda. (adv/diskominfosmd/i)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
bayi tabung andi harun