Kreatif Siasati Efisiensi Anggaran, RSUD IA Moeis Samarinda Gaet 112 Peserta Magang Kemnaker

Indra Zakaria • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 17:19 WIB
Sebanyak 112 peserta yang lolos harus menyisihkan 477 pelamar dari berbagai daerah. Kendati pendaftar datang dari luar wilayah, manajemen tetap memberikan prioritas bagi warga lokal Samarinda guna membantu menekan angka pengangguran terbuka di Kota Tepian.
Sebanyak 112 peserta yang lolos harus menyisihkan 477 pelamar dari berbagai daerah. Kendati pendaftar datang dari luar wilayah, manajemen tetap memberikan prioritas bagi warga lokal Samarinda guna membantu menekan angka pengangguran terbuka di Kota Tepian.

SAMARINDA — Batasan belanja pegawai maksimal 30 persen tak membatasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) Samarinda untuk terus memperluas layanannya. Rumah sakit milik Pemkot Samarinda ini sukses menyerap 112 peserta Program Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI Batch 2.

Langkah ini menjadi jurus jitu manajemen rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis dan administratif tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pasalnya, seluruh pembiayaan insentif peserta magang ditanggung penuh oleh pemerintah pusat.

Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, dr. Osa Rafshodia, mengungkapkan bahwa kuota pada gelombang kedua ini meningkat dari batch pertama yang sebelumnya menampung 97 peserta. Penambahan porsi ini tak lepas dari tingginya kepercayaan Kemnaker atas keberhasilan RSUD IA Moeis mengelola program sebelumnya.

"Batch 1 kemarin berlangsung enam bulan di awal tahun. Karena dinilai berhasil, Kemenaker Pusat kembali menghubungi kami untuk Batch 2 dengan porsi yang diperbesar menjadi 112 formasi," ujar dr. Osa, Senin (14/9/2026).

Pada penerimaan kali ini, persaingan terbilang cukup ketat. Sebanyak 112 peserta yang lolos harus menyisihkan 477 pelamar dari berbagai daerah. Kendati pendaftar datang dari luar wilayah, manajemen tetap memberikan prioritas bagi warga lokal Samarinda guna membantu menekan angka pengangguran terbuka di Kota Tepian.

Kehadiran ratusan peserta magang ini mengisi 23 formasi jabatan strategis yang sangat dibutuhkan rumah sakit. Kebutuhan terbesar mencakup posisi perawat, bidan, tenaga gizi, petugas Central Sterile Supply Department (CSSD), hingga staf administrasi.

"Strategi ini jadi solusi tepat. Kami tetap bisa menambah ketersediaan pegawai untuk menjaga kualitas layanan, tapi tidak melanggar aturan belanja pegawai karena yang membiayai pusat," jelasnya.

Keberhasilan RSUD IA Moeis menampung peserta magang nasional ini terbilang istimewa. Di Kalimantan Timur, hanya ada dua rumah sakit yang dipercaya Kemnaker RI untuk menjalankan program ini, yakni RSUD IA Moeis Samarinda dan RS Siloam Balikpapan.

Pemerintah pusat menerapkan penilaian ketat sebelum menunjuk fasilitas kesehatan penampung. Beberapa indikatornya meliputi predikat pelayanan publik, indikator kesehatan keuangan, rekam jejak pemeriksaan BPK, hingga progres efisiensi program prioritas seperti penanganan angka kematian ibu hamil dan ekspansi layanan.

Dalam dua tahun terakhir, RSUD IA Moeis gencar membuka poli baru serta membangun gedung layanan tambahan, yang semakin memperkuat nilai evaluasi dari pusat. Melihat dampak positifnya, dr. Osa berharap kuota program magang ini dapat ditingkatkan menjadi 150 hingga 170 orang pada periode mendatang.

"Selain menyokong operasional rumah sakit, program ini menjadi kontribusi nyata kami dalam mendorong roda ekonomi lokal dan menyerap tenaga kerja di Samarinda," pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
RSUD IA Moeis