Bebaskan Kota Tepian dari Banjir, Pemkot Samarinda Kembali Garap Normalisasi SKM Bulan November

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 10:15 WIB
Kawasan Sungai Karang Mumus.
Kawasan Sungai Karang Mumus.

SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan komitmennya dalam menanggulangi banjir dengan bersiap melanjutkan proyek normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM). Pengerjaan tahap berikutnya dipastikan mulai dieksekusi pada November 2026 mendatang, menyasar kawasan Kelurahan Pelita.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengendalian banjir di Kota Tepian. Pemkot telah mengamankan alokasi dana khusus dalam anggaran daerah tahun ini agar eksekusi pengerjaan di lapangan berjalan lancar.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan kepastian tersebut saat melakukan peninjauan langsung ke bantaran SKM di sekitar Jalan Tarmidzi dan Jalan Muso Salim. "Kalau yang di bulan sebelas (November) yang akan kita eksekusi di sektor Pelita, meliputi dua kelurahan. Anggarannya sudah ada tahun ini," ujar Andi Harun.

Setelah sektor Pelita, penataan tahap berikutnya di kawasan Jalan Tarmidzi dan Jalan Abdul Muthalib dijadwalkan berlanjut pada 2027. Saat ini, pemkot tengah mematangkan konsep integrasi fungsi ruang di area tersebut. Proyek ini juga bakal merambah kawasan Sungai Dama melalui pelebaran jalan, pembangunan trotoar, hingga penyediaan ruang terbuka hijau (RTH).

Menariknya, penataan ini tetap memperhatikan aspek sosial dan sejarah warga setempat. Dalam peninjauannya, Andi Harun sempat berdialog dengan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) serta komunitas pencinta catur lokal. Ia berjanji akan mempertahankan tempat berkumpul mereka tanpa mengorbankan estetika kota.

"Kita akan pertahankan sebagai sesuatu yang bersejarah. Kita tata supaya meeting point komunitas catur tetap berjalan, tetapi tidak mengganggu estetika kawasan,” katanya. Tak hanya itu, instruksi khusus juga diberikan kepada camat dan lurah Sungai Dama untuk bermusyawarah dengan warga mengenai keberadaan dua masjid yang berdekatan di Gang Ara Jelawat. Jika disepakati warga, fasilitas ibadah tersebut bakal diintegrasikan ke dalam konsep penataan kawasan baru.

Guna memberi nilai tambah, Pemkot Samarinda juga menggagas integrasi kawasan SKM dengan sektor pariwisata. Salah satu rencana besarnya adalah merevitalisasi perahu tradisional 'Tambangan' agar memiliki kapasitas lebih besar—antara 10 hingga 40 penumpang—tanpa mengikis bentuk aslinya. Transportasi air ini nantinya akan menghubungkan kawasan SKM, Teras Samarinda, hingga area pecinan.

Seluruh rencana strategis ini akan direalisasikan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan APBD Samarinda serta mengupayakan dukungan dana dari pemerintah pusat. (adv/diskominfosmd/i)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
SKM Sungai Karang Mumus