PROKAL.CO, SAMARINDA — Kepengurusan baru Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mulawarman (IKA Unmul) diminta segera bekerja dan tidak berhenti pada fungsi sebagai wadah silaturahmi alumni. Organisasi alumni tersebut diharapkan ikut memperkuat Universitas Mulawarman sekaligus menyuarakan kepentingan Kalimantan Timur di tingkat nasional.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan, keberagaman latar belakang pengurus IKA Unmul merupakan modal untuk memperluas kontribusi organisasi. Alumni Unmul saat ini tersebar di berbagai bidang sehingga memiliki kapasitas untuk membantu pengembangan almamater maupun pemerintah daerah.
”Kita berharap IKA Unmul tidak harus berjalan dulu, tetapi langsung berlari dan memberikan yang terbaik,” ujar Seno Aji dalam kegiatan di GOR 27 September, Samarinda, Selasa (23/9/2026).
Menurut Seno, setidaknya ada dua agenda yang perlu menjadi perhatian IKA Unmul. Pertama, menjaga sekaligus meningkatkan nama baik Unmul agar semakin unggul dan mendapat kepercayaan masyarakat.
Kedua, mendorong Unmul menjadi salah satu pilihan pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain pengembangan kampus, Seno meminta alumni turut mengambil bagian dalam memperjuangkan kepentingan Kaltim, terutama terkait dana bagi hasil (DBH). Menurut dia, posisi alumni yang bekerja di berbagai bidang dapat menjadi kekuatan untuk menyampaikan aspirasi daerah kepada pemerintah pusat. Kaltim merupakan salah satu daerah dengan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui sumber daya alam.
”Kita berharap suara-suara dari IKA Unmul ikut membantu menyuarakan kepentingan Kalimantan Timur ke pemerintah pusat,” katanya. Ketua DPP IKA Unmul Agus Suwandy mengatakan, kepengurusan baru telah menyiapkan organisasi agar lebih aktif melalui program kerja yang konkret. Sembilan bidang dalam kepengurusan diminta segera menyusun sedikitnya satu program yang dapat dilaksanakan.
Agus mengatakan, program tersebut tidak harus berskala besar. Yang lebih penting adalah kegiatan yang dapat dikolaborasikan dengan Unmul sehingga hubungan antara alumni dan almamater semakin erat. ”Tidak perlu program yang besar-besar, minimal bisa berkolaborasi dengan universitas. Kami ingin membangun harmonisasi,” ujar Agus.
Ia juga membuka ruang bagi IKA Unmul untuk memberikan sumbangan pemikiran terkait perjuangan DBH Kaltim. Keberagaman latar belakang alumni dinilai dapat menjadi modal untuk merumuskan gagasan yang kemudian disampaikan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Selain itu, IKA Unmul akan memperkuat sinergi dengan ikatan alumni di tingkat fakultas untuk menangkap peluang program pemerintah. Salah satunya berkaitan dengan program Kementerian Pertanian mengenai pembukaan lahan pertanian di kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Agus mengatakan, program tersebut dapat menjadi peluang untuk mendorong kegiatan ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Karena itu, IKA Unmul dan IKA Fakultas Pertanian diharapkan dapat mengambil bagian.
”IKA Fakultas Pertanian dan IKA Unmul harus bersinergi. Ada program yang ditawarkan Kementerian Pertanian dan harus kita sambut,” katanya. Rektor Universitas Mulawarman Abdunnur menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi antara universitas, IKA Unmul, serta seluruh ikatan alumni fakultas.
Menurut Abdunnur, alumni memiliki posisi strategis dalam mendukung perkembangan universitas. Karena itu, ia berharap seluruh IKA Fakultas dapat terhubung dan bergerak dalam koordinasi dengan kepengurusan pusat IKA Unmul.
”Dengan bersama, ini akan membuat kita lebih kuat, lebih hebat, dan lebih maju,” ujar Abdunnur. Ia juga menilai alumni dapat berperan dalam memperkuat karakter mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan Unmul.
Sementara itu, terkait target Unmul menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) pada 2028, Agus mengatakan IKA Unmul siap mendukung agenda tersebut.
Menurut dia, pencapaian target itu membutuhkan keterlibatan seluruh unsur universitas dan alumni. Pembenahan juga perlu dilakukan sejak sekarang agar Unmul dapat memenuhi berbagai persyaratan menuju PTNBH. ”Kita harus menyongsongnya, artinya harus kita sambut dan jemput. Tidak bisa hanya menunggu. Semua aspek harus kita perbaiki supaya arahnya menuju ke sana,” kata Agus. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co