Pria Asal Kukar Ditemukan Tewas di Kamar 307, Teman Wanita Kabur Usai Titipkan HP Korban

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 12:44 WIB
Petugas kepolisian tengah melakukan identifikasi awal jasad yang ditemukan di kamar 307 Redorz Surya Jaya Lestari di Jalan Wiratama, simpang Siradj Salman, Samarinda Ulu.
Petugas kepolisian tengah melakukan identifikasi awal jasad yang ditemukan di kamar 307 Redorz Surya Jaya Lestari di Jalan Wiratama, simpang Siradj Salman, Samarinda Ulu.

 

SAMARINDA – Warga di kawasan Jalan Wiratama, tepatnya di simpang Siradj Salman, Kecamatan Samarinda Ulu, mendadak gempar pada Kamis (24/9/2026) malam. Seorang pria berinisial MR, warga Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara (Kukar), ditemukan membujur kaku tak bernyawa di kamar 307 lantai 3 Hotel Redoorz Surya Jaya Lestari.

Kematian MR menyisakan teka-teki besar lantaran seorang wanita misterius—yang sempat meminta pertolongan kepada petugas hotel—mendadak menghilang usai menyerahkan ponsel milik korban.

Kejadian berawal sekitar pukul 20.30 WITA. Resepsionis hotel, Imam Tohirin, mendadak didatangi seorang wanita yang baru turun dari lantai tiga dengan raut wajah panik. "Mas, tolongin. Itu ada mas-masnya di kamar lantai tiga. Dia bilang nggak gerak," ujar Imam menirukan ucapan perempuan tersebut saat ditemui di lokasi kejadian.

Mendengar laporan itu, Imam bergegas mengecek kamar 307. Di dalam kamar, ia mendapati MR sudah dalam posisi terlentang di atas tempat tidur dan tidak merespons. Sontak Imam langsung menghubungi tim medis dan ambulans untuk meminta pertolongan darurat.

Namun, saat Imam turun ke lantai dasar untuk memandu petugas ambulans menuju kamar korban, wanita misterius tersebut menyusul turun. Alih-alih menunggu tim medis datang, wanita tersebut justru menyerahkan ponsel milik korban kepada Imam lalu pergi begitu saja.

"Dia kasih saya HP masnya, HP korban. Pas saya bawa tim ambulans naik ke atas, kayaknya dia kabur. Saya terima HP itu di area depan," ungkap Imam. Imam mengaku tidak mengetahui pasti kapan perempuan itu mulai masuk ke kamar korban. Berdasarkan catatan dokumen hotel, MR melakukan check-in sendirian pada sore harinya sekitar pukul 17.00 WITA.

"Kalau masuknya teman perempuan ini saya nggak tahu, karena kebetulan kondisi saat itu agak sibuk," tambah Imam. Laporan penemuan mayat ini diteruskan ke pihak kepolisian sekitar pukul 21.00 WITA. Tak lama berselang, jajaran Polresta Samarinda bersama Tim Inafis tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan identifikasi awal.

Kepala Regu Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Sofian Adi Cahyono, membenarkan adanya peristiwa penemuan jasad tersebut. Dari hasil pemeriksaan medis di lokasi, korban dipastikan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Hasil identifikasi awal dari Tim Inafis menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Diperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar empat hingga lima jam sebelum ditemukan," terang Ipda Sofian.

Setelah identifikasi awal selesai, jasad MR dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk menjalani pemeriksaan visum lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematiannya. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengurai kronologi pasti sebelum MR ditemukan tewas, termasuk menelusuri keberadaan serta identitas perempuan yang menghilang tersebut.

"Rangkaian aktivitas korban sejak check-in hingga ditemukan meninggal dunia masih didalami. Keberadaan perempuan yang bersama korban juga menjadi fokus penyelidikan kami saat ini," tegas Ipda Sofian. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
tewas