Dari Perjalanan Spiritual hingga Amanah Pemerintahan, Saefuddin Zuhri Teguhkan Nilai Pengabdian

Indra Zakaria • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 19:00 WIB
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri hadir dalam dalam acara Mujahadah Nisfussanah Perjuangan Wahidiyah dan doa bersama di desa Krayan, Kabupaten Paser. Rabu (4/11/2026) malam.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri hadir dalam dalam acara Mujahadah Nisfussanah Perjuangan Wahidiyah dan doa bersama di desa Krayan, Kabupaten Paser. Rabu (4/11/2026) malam.

 

SAMARINDA – Pengabdian kepada masyarakat tidak semata-mata diukur dari jabatan yang diemban, tetapi juga dari ketulusan menjaga nilai-nilai kebaikan dan konsistensi memberi manfaat bagi sesama. Prinsip tersebut tercermin dalam perjalanan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang menghadiri Mujahadah Nisfussanah Perjuangan Wahidiyah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dan Doa Bersama di Desa Krayan Jaya, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Rabu (4/11/2026) malam.

Kehadiran Saefuddin Zuhri bersama sang istri, E.L. Nova Saefuddin Zuhri, dalam kegiatan tersebut memiliki makna personal. Sebagai alumni Pondok Pesantren Kedunglo sekaligus pengamal Wahidiyah sejak remaja, Saefuddin memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan syiar keagamaan di Kalimantan sejak awal 1990-an. Dedikasi itu turut mendapat perhatian dan dikenang oleh Pengasuh Perjuangan Wahidiyah Pusat, Kanjeng Romo Kiai Abdul Majid Ali Fikri.

Bagi Saefuddin, perjalanan panjang dalam perjuangan keagamaan menjadi pengingat bahwa nilai-nilai spiritual harus tetap dijaga dalam setiap fase kehidupan, termasuk ketika seseorang mendapat amanah untuk menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, keikhlasan, persatuan, kedisiplinan dalam beribadah, serta akhlak mulia merupakan bekal penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

“Bagi saya, pengabdian bukan hanya tentang jabatan atau kedudukan. Lebih dari itu, bagaimana kita bisa terus menjaga keikhlasan, memberikan manfaat bagi orang lain, dan menjalankan setiap amanah dengan penuh tanggung jawab. Nilai-nilai itulah yang harus terus kita pegang dalam kehidupan sehari-hari,” Ungkap Saefuddin Zuhri saat ditemui awak media. Kamis (5/11/2026).

Saefuddin juga berharap kegiatan mujahadah dan doa bersama dapat memperkuat ukhuwah, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat untuk terus menebarkan kebaikan di tengah masyarakat. Momentum tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa jabatan merupakan amanah yang memiliki batas waktu, sedangkan ketulusan dalam mengabdi dan berbuat baik harus terus dijaga sepanjang perjalanan hidup. (adv/diskominfo/smd)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda