Dorong Warga Naik Bus, Pemkot Samarinda Siapkan Strategi Push and Pull dan Angkutan BTS

Indra Zakaria • Dipublikasikan Minggu, 8 November 2026 | 08:35 WIB
Ilustrasi bus
Ilustrasi bus

SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda mulai menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas untuk mendukung rencana pengoperasian angkutan umum berbasis Buy The Service (BTS). Langkah strategis ini dirancang agar layanan bus massal berjalan efektif sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Kementerian Perhubungan telah dibahas intensif bersama Bagian Kerja Sama Pemkot Samarinda. Dalam skema yang direncanakan, pembiayaan operasional layanan pada periode 2027 hingga 2029 akan didukung penuh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Usulan Pemerintah Kota Samarinda kini telah diterima dan masuk dalam rencana strategis Kementerian Perhubungan. Pemerintah daerah selanjutnya mematangkan berbagai kebutuhan teknis agar operasional armada berjalan presisi.

"Skema kita membeli layanan kepada operator bus, rupiah per kilometer. Busnya disediakan operator, kemudian operator menjalankan pelayanannya," kata Manalu.  Melalui sistem BTS tersebut, pemerintah tidak membeli unit bus secara langsung, melainkan membayar operator atas pelayanan yang diberikan. Pembayaran terikat pada pemenuhan standar pelayanan, seperti jarak waktu kedatangan antarbus (headway), durasi naik dan turun penumpang, serta kenyamanan di dalam armada.

Guna mendukung kelancaran moda transportasi ini, Dinas Perhubungan turut merancang rekayasa lalu lintas demi menekan penggunaan kendaraan pribadi. Beberapa langkah yang dipertimbangkan meliputi penerapan sistem satu arah, kebijakan ganjil-genap, hingga pembatasan parkir di badan jalan pada koridor tertentu.

Manalu menegaskan, pengaturan lalu lintas tersebut merupakan bagian dari penerapan strategi push and pull, yakni mendorong pembatasan kendaraan pribadi sekaligus meningkatkan daya tarik angkutan publik. Dengan sokongan dana APBN dan matangnya skenario rekayasa jalan, Samarinda siap menghadirkan ekosistem transportasi publik yang lebih tertata. (adv/diskominfo/smd)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda