SAMARINDA – Memasuki 2019 ini, beberapa kepengurusan cabang olahraga rata-rata telah berakhir. Mereka pun dituntut untuk menggelar musyawarah provinsi (musprov) pemilihan ketua baru.
Itu ditegaskan Ketua Bidang Organisasi KONI Kaltim, Budhi Iriawan kepada Kaltim Post, Selasa (8/1). Disebutkan, yang paling jadi atensi adalah kepengurusan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kaltim.
Sebab, masa bakti cabang olahraga (cabor) beregu ini telah berakhir Mei 2018 lalu. Kemudian diperpanjang enam bulan ke depan. Namun pada November 2018 musprov tak digelar, dengan alasan dekat pelaksanaan Porprov VI 2018 di Sangatta, Kutim kala itu. "Kami pun maklum. Karena pasti akan mengganggu persiapan bila ada perubahan di struktur organisasi," imbuh Budhi.
Tetapi, hingga kemarin kabar rencana musprov belum juga muncul. Walhasil, KONI Kaltim bakal segera menyurati PBVSI Kaltim. "Instruksinya harus segera menggelar musprov. Karena bila kepengurusan kedaluwarsa, kami pastikan tidak akan dapat menerima bantuan dari KONI Kaltim. Paling tidak, bulan Januari ini harus sudah musyawarah," ungkap Budhi.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris PBVSI Kaltim, Herdian menuturkan, musprov sudah diwacanakan. Dijadwalkan berlangsung Februari atau paling lambat awal Maret.
"Ketua maunya kepengurusan ditutup dengan dirangkai dengan turnamen bola voli antarklub terbuka berskala nasional. Pas, di awal atau setelah final, musprov akan dilaksanakan,” pungkas Herdian. (*/asp/is/k18)
Editor : wahyu-Wahyu KP