BALIKPAPAN – Potensi atlet bola voli Balikpapan sejatinya tak kalah jika dibanding dengan daerah lain. Terbukti pada kejuaraan bola voli bertajuk SMANSA Cup di Kabupaten Paser pekan lalu, tim bola voli dari sejumlah SMP dan SMA Balikpapan berhasil melaju hingga babak final.
Tercatat ada empat tim asal Kota Beriman yang mampu melaju hingga partai final, SMA 3 Balikpapan (putra), SMK 3 Balikpapan (putri), SMP 6 Balikpapan (putra) dan SMP 7 Balikpapan (putri). Meski memang hanya SMP 6 jadi satu-satunya yang mampu membawa pulang gelar juara.
Pada partai puncak, SMP 6 Balikpapan sukses mengalahkan SMP 3 PPU tiga set langsung. Kemenangan ini sekaligus membuat SMP 6 Balikpapan sukses mempertahankan gelar.
“Ini menunjukkan bahwa potensi atlet bola voli kita ada. Sayang, beberapa tahun belakangan pembinaan dari PBVSI Balikpapan seperti mati suri,” kata Sidik Wiyantoro selaku pembina tim voli SMP 6.
Untungnya, lanjut Sidik, saat ini sudah banyak sekolah yang akhirnya menggelar turnamen maupun kejuaraan bola voli pelajar. ”Ke depan tentu kami berharap Pengkot PBVSI Balikpapan bisa lebih aktif. Tidak hanya pembinaan, tapi juga kompetisi level pelajar,” harapnya.
Sedangkan Mustamin sebagai pembina tim voli SMA 3 melanjutkan, sejauh ini justru yang aktif melakukan pembinaan adalah masing-masing sekolah di Balikpapan. Meski aktif melakukan pembinaan di jenjang sekolah, Mustamin mengaku, kompetisi di Balikpapan masih sangat minim.
“Yang aktif membina dan membuat turnamen praktis hanya sekolah-sekolah saja. Jadi untuk bertanding, kami harus ke luar daerah. Sebab, turnamen umum dua tahun terakhir, sudah tidak berjalan,” ungkap Mustamin.
Minimnya pembinaan ini juga yang dianggap jadi salah satu biang tim voli Balikpapan gagal total pada gelaran Porprov VI 2018 di Sangatta, Kutim akhir tahun lalu. Tim putra dan putri Balikpapan harus terhenti di fase grup. (*/hul/is/k18)
Editor : wahyu-Wahyu KP