Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Alli Masuk Opsi

octa-Octa • 2019-01-20 10:45:20

SAYA bukan penyerang, saya gelandang,” ucap gelandang Tottenham Hotspur, Dele Alli. Posisinya memang lebih ke attacking midfielder. Tapi faktanya, dalam empat musim terakhir The Destroyer–julukan Alli–selalu masuk top three pencetak gol terbanyak Spurs.

Produktivitas Alli cuma kalah dari Harry Kane dan Son Heung-min. Kane mencetak 124 gol dalam empat musim terakhir. Sementara, Son mampu mempersembahkan 59 gol untuk klub berjuluk The Lilywhites itu. Alli? Sejak jadi kepercayaan utama Mauricio Pochettino, tactician Spurs empat musim terakhir, Alli sudah menciptakan 52 gol.

Nah, dia pun masuk proyeksi pengisi lubang yang ditinggalkan Kane dan Son. “Ini tantangan besar,” sebut gelandang 22 tahun itu, dikutip London Evening Standard. “Saya bisa menurukan Alli sebagai false nine layaknya Lionel Messi,” ucap Pochettino yang memimpikan Alli bisa jadi seperti Messi, seperti dikutip di Daily Telegraph.

Dia terinspirasi saat Messi membela Barcelona dalam laga melawan Levante di Copa del Rey (18/1). “Dan, Leo striker-nya,” ungkap pelatih yang sudah melihat sepak terjang La Pulga di La Blaugrana sejak menangani Espanyol, rival Barca di Catalan. “Anda tak harus cuma terpaku  dengan satu striker. Anda harus punya banyak opsi,” sebut Poche.

Dari sisi perannya, Alli pun bisa berfungsi sebagai pemain nomor 10 sama seperti Messi. Dari karakter mainnya, Alli dan Messi sama-sama jago dribel dan doyan melakukan cut inside pertahanan lawan. Passing-passing pendeknya pun sama-sama menakutkannya. Bedanya, false nine masih asing bagi Alli.

Messi sudah merasakan peran false nine 217 kali dari total 660 laga dengan Barca. Itulah yang belum pernah dirasakan Alli. Selama di Enfield, dia lebih banyak jadi gelandang, entah itu gelandang serang, gelandang bertahan, dan gelandang kiri. Pengalaman dua musim yang lalu di saat Kane cedera lama, Son-lah yang lebih sering jadi false nine.

Selain Messi, Poche juga ingin melihat Alli beraksi seperti Eden Hazard di Chelsea. Dari sisi posisi mainnya, posisi utama Hazard juga sebagai gelandang. Bukan striker. “Lihat saja, dia (Hazard) jadi striker ketika menghadapi kami (9/1), saat (Olivier) Giroud di bench dan (Alvaro)  Morata tak ada dalam skuat. Kami ini, para pelatih, sangat gila, yang kadang akan menentukan  sesuatu yang berbeda bukan?” ulas pelatih Argentino itu.

Faktanya Hazard pun seperti Messi. Sudah terbiasa jadi false nine. Kapten timnas Belgia itu sudah sejak 2015-2016 sering mendapat peran sebagai striker palsu. Hazard selama menjadi false nine mampu mencetak sembilan gol dan tujuh assists. ''Andai ini (peran false nine) benar-benar jadi kenyataan, maka ini jadi ujian terpenting bagi Dele,'' tulis ESPN dalam analisisnya. (ren/jpg/ndy/k16)

Editor : octa-Octa