Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Garansi Ketat di Kanjuruhan

octa-Octa • 2019-04-10 11:10:02

SURABAYA - Persebaya Surabaya dan Arema FC benar-benar tim paling ideal bertemu di final. Dalam laga final leg pertama di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin, kedua tim bermain pada level terbaiknya. Itu terbukti dengan hasil akhir 2-2 untuk keduanya. 

Hasil tersebut jelas meringankan beban Singo Edan, julukan Arema FC. Skuat asuhan Milomir Seslija hanya butuh bermain imbang 0-0 atau 1-1 untuk mengangkat trofi Piala Presiden 2019. Sementara beban berat berada di pundak Bajul Ijo, julukan Persebaya. 

Pasukan Djajang Nurdjaman itu wajib menang jika ingin menjadi kampiun. Hal itu disadari oleh Djanur, julukan Djajang Nurdjaman. Dalam sesi jumpa wartawan setelah pertandingan, eks pelatih Persib Bandung itu mengakui hasil imbang yang diterima timnya cukup mengecewakan. 

“Hasil imbang ini cukup mengecewakan untuk semua pihak. Saya tau Bonek kecewa, tapi kami juga sangat kecewa. Tapi harapan masih ada, kita fokus ke leg kedua,” jelas Djanur. 

Pada laga kemarin, Djanur menyebut timnya memulai pertandingan cukup baik. Hanya, ada beberapa faktor yang membuat kekuatan tim tergerus. Salah satunya adalah cederanya gelandang tangguh Hidayat. Tanpa Hidayat, lini tengah Singo Edan lebih unggul. Sebelumnya, Hidayat merupakan sosok penjegal serangan yang dibangun dari lini tengah. 

Faktor kedua, kondisi stamina pemain yang belum sepenuhnya prima. Apalagi Damian Lizio cs baru melakoni laga tensi tinggi menghadapi Madura United. “Faktor stamina saya pikir sedikit banyak memberikan pengaruh. Arema FC punya waktu recovery lebih banyak ketimbang kami,” imbuh Djanur.

Sementara itu, winger lincah Persebaya Irvan Jaya tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Berhasil mencetak satu gol, nyatanya Irvan tak semringah. Namun demikian dia mengajak rekan-rekannya untuk melupakan hasil pahit tersebut. 

“Kami semua pemain sudah maksimal. Tapi hasil akhir bukan seperti yang diinginkan semua pihak. Tapi tidak perlu larut dalam kesedihan, kita fokus ke leg kedua. Masih ada harapan untuk juara,” terang Irvan. 

Dari kubu Arema FC, Milo mengapresiasi kinerja anal asuhnya. Sempat tertinggal dua kali, nyatanya Makan Konate cs tak kendur. Bisa mencetak dua gol dinilai sebagai hasil yang menggembirakan. “Arema bermain bagus. Anak-anak menunjukkan mentalitas luar biasa,” kata Milo.

Dua gol dari Persebaya masing-masing dicetak oleh Irvan Jaya (‘7) dan penalti Damian Lizio (‘72). Sementara dwigol Arema FC dicetak oleh Hendro Siswanto (‘32) dan Makan Konate (‘78). Hasil imbang ini menjadi garansi saat kedua tim bentrok di final leg kedua di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (12/4). (don/is)

 

Editor : octa-Octa