Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kejutan dari Gadis 18 Tahun

izak-Indra Zakaria • 2019-07-23 12:32:32

GWANGJU -Ariarne Titmus hanya terdiam sambil melihat papan waktu. Tidak ada selebrasi. Dia belum benar-benar percaya namanya terpampang di posisi paling atas. Lebih baik dari bintang utama pada malam final itu yakni perenang Amerika Serikat (AS) Katie Ledecky.

Perenang muda Australia itu kemarin membuat geger Kejuaraan Dunia Akuatik 2019 yang sedang berlangsung di Gwangju, Korea Selatan. Di final nomor 400 meter gaya bebas putri, perenang 18 tahun itu menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 3 menit 58,76 detik. Lebih baik 1,21 detik dari sang juara bertahan Ledecky

“Aku tidak pernah menyangka bisa berada di situasi seperti ini. Katie tetap juara sejati di mataku,” ucap Titmus dilansir News.com.au.

Di 100 meter ketiga Ledecky masih memimpin. Titik balik keunggulan Titmus baru terjadi di 50 meter terakhir. Saat itu dia berhasil menyalip Ledecky. “Sepertinya ada sesuatu yang terjadi dengan dirinya. aku lantas berusaha mengeluarkan semua kemampuan di 50 meter terakhir itu,” ucap Titmus.

Ledecky menyebut ada sedikit masalah pada kakinya di lap terakhir. Catatan waktu yang dia bukukan ini jauh lebih lambat dibanding rekor dunia yang dia buat di Olimpiade Rio 2016 lalu. Saat itu dia meraih emas dengan membukukan catatan waktu 3 menit 56,46 detik.

“Kakiku tiba-tiba seperti mati rasa. Dan Ariarne memanfaatkan itu dengan sangat baik,” ucap perenang 22 tahun tersebut.

Kekalahan ini menjadi kali pertama dirasakan Ledecky di ajang mayor sejak 2012. Di tiga perhelatan terakhir Kejuaraan dunia, dia juga selalu meraih emas pada nomor ini.

Lebih dari itu, Ledecky yang total sudah mengumpulkan 14 medali emas Kejuaraan Dunia dan lima medali emas Olimpiade itu kemarin tercatat merasakan kekalahan pertama dalam tujuh tahun terakhir penampilannya ajang mayor. Pasalnya, sebelum ini dia selalu meraih podium tertinggi saat tampil pada nomor 400, 800, dan 1500 meter gaya bebas sejak 2012. “(Kekalahan) ini menyengat. Aku tidak terbiasa dengan kondisi seperti ini,” ucap Ledecky. (irr)

Editor : izak-Indra Zakaria
#olahraga dunia