Jelang awal Agustus, cabang olahraga (cabor) di Kaltim mulai menatap tahun sibuk. Prestasi di tingkat nasional menjadi tolok ukur untuk bisa berlaga di PON 2020 di Papua
SAMARINDA - Ya, mayoritas babak kualifikasi PON bergulir tahun ini. Bagi yang berprestasi bakal meraih tiket untuk tampil di multievent olahraga terbesar se-Indonesia nantinya. Bahkan, hingga kemarin sudah ada beberapa cabor yang telah berlaga di pra-PON.
Ketua Bidang Humas KONI Kaltim Zulkarnaen mengatakan, data cabor yang telah berlaga dan jadwal pra-PON sudah diterima KONI Kaltim. Hasil pra-PON, ada yang membanggakan dan ada juga yang kurang maksimal. "Saya sampaikan mulai dari yang gagal, yaitu basket, pengprov-nya hanya mengirim tim putri dan akhirnya tidak lolos. Kemudian, tim sofbol putri, itu tidak lolos. Sementara untuk pra-PON putranya masih berlangsung," paparnya.
Pria yang akrab disapa Zul tersebut menambahkan, untuk cabor yang sukses sementara adalah balap sepeda. Karena Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Kaltim berhasil1 emas dan 1 perunggu. "Woodball sudah mengikuti pra-PON, hanya hasilnya kurang bagus. Karena hanya lolos di peringkat. Dan wushu sudah bertanding meraih 1 perak dan 3 perunggu. Tetapi masih ada lagi pra-PON cabor wushu, hanya kalau mau itu tidak lagi dibiayai KONI," ungkapnya.
Selain yang sudah bertanding tersebut, pra-PON cabor lainnya akan bergulir mulai akhir Juli hingga Desember mendatang. "Jadi memang mulai Agustus merupakan bulan yang padat pelaksanaan pra-PON. Mulai biliar, voli indoor, dansa, PABBSI, sepak takraw dan lain sebagainya. Kemudian khusus tenis meja hampir pasti, Kaltim tuan rumah pada September di Samarinda," pungkasnya.(asp/tom)
Editor : izak-Indra Zakaria