Saat ini, neraca keuangan Arema FC berada dalam keadaan yang kurang stabil. Kondisi itu karena oleh beberapa pemasukan tim yang kini mampet. Di sisi lain, PSSI sebagai induk organisasi tertinggi sepak bola di Tanah Air juga baru akan mencairkan dana komersialnya pada Februari 2021 mendatang.
MESKI dalam keadaan sulit, manajemen Singo Edan tetap berkomitmen untuk membereskan apa yang menjadi hak pemain, pelatih, dan ofisial. Sebagaimana diketahui, banyak dari anggota tim yang masih terikat kontrak sampai Februari tahun depan.
”Kami akan memenuhi apa yang menjadi kewajiban kami,” tegas General Manager Arema FC Ruddy Widodo. Salah satunya soal gaji. Sikap tersebut diprediksi akan membuat Arema FC merogoh kocek cukup dalam. Untuk mencukupinya, petinggi tim Singo Edan asal Madiun itu mengaku kalau pihaknya bakal menggunakan beberapa opsi.
Salah satunya mengandalkan owner tim. Di tengah pemasukan yang seret, peran owner memang sangat diandalkan. ”Apabila dana subsidi belum turun. Kami terpaksa lagi-lagi kembali mengandalkan dana dari owner,” kata dia. Berkaca dari kondisi neraca keuangan yang tidak stabil, Arema tetap berharap kalau PSSI punya opsi jalan keluar. Khususnya terkait sistem pemenuhan hak-hak pemain, seperti gaji.
Menurut Ruddy, itu cukup penting, sebab bisa jadi cara untuk mengantisipasi konflik antara tim dan pemain, pelatih, dan staf tim. ”Akan sangat bagus apabila ada surat keputusan lagi yang mengatur itu,” ungkap pria 49 tahun tersebut. Saat ini, Arema memutuskan untuk meliburkan agenda latihan tim. Mereka berencana kembali pada awal Desember mendatang.
Dalam perjalanannya, surat keputusan (SK) PSSI memang cukup membantu klub-klub di tengah kondisi seperti saat ini. Salah satunya, SK Nomor 48 yang beberapa waktu dikeluarkan PSSI. Lewat SK itu, beban klub bisa sedikit tereduksi. Dan kabarnya juga memproteksi konflik yang berpotensi timbul antara klub, pemain, sampai dengan FIFA.
Sementara itu, pemain-pemain Arema FC mengaku kalau saat ini cukup memahami situasi yang ada. Dengan dasar itu, mereka mengaku legawa apabila ada penyesuaian kontrak. Salah satunya disampaikan Utam Rusdiana yang mengaku mencoba mensyukuri apa yang bakal diterimanya.
”Melihat ke bawah, ada yang lebih susah dari saya,” terang dia. Utam mengaku kalau banyak teman-temannya yang kini bekerja di luar bidang sepak bola. ”Rezeki tidak akan ke mana-mana. Apapun yang diterima harus disyukuri,” kata dia. (gp/c1/by/jpg/ndy/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria