Allenatore Luciano Spalletti sedang mencari solusi untuk masalah penyerang yang sudah lama terjadi saat Gli Azzurri menatap laga kualifikasi Euro 2024 melawan Malta dan berikutnya Inggris.
BARI—Sejauh ini, Italia telah mencetak enam gol dalam empat pertandingan Grup C. Mereka selisih sepuluh gol dari Inggris, yang memuncaki klasemen grup dengan keunggulan enam poin dari Azzurri yang berada di peringkat kedua.
Produktivitas gol menjadi soal karena saat ini Italia memiliki poin yang sama dengan Ukraina dan Makedonia Utara yakni tujuh.
Dengan demikian, Azzurri masih dalam posisi yang belum aman untuk memastikan tempat di putaran final Euro 2024.
Menjelang laga melawan Malta dini hari nanti, Azzurri tidak akan diperkuat Sandro Tonali dan Nicolo Zaniolo setelah keduanya dipulangkan menyusul pengadilan Italia yang melakukan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran perjudian.
Sementara, Ciro Immobile dan Mateo Retegui masih mengalami cedera. Oleh karena itu, Spalletti memiliki pilihan yang sedikit dan kurang memikat di depan. Ia pun akan berusaha memaksimalkan Gianluca Scamacca yang telah mencetak dua gol dalam enam penampilan untuk klub barunya, Atalanta. Bersama Azzurri, Scamacca belum mencetak gol dalam sebelas kali penampilan internasionalnya.
Sebagai opsi lainnya, Spaletti memanggil Moise Kean. Bersama Juventus, Kean belum mencetak gol musim ini. Kemudian nama lainnya adalah Stephan El Shaarawy. Penyerang AS Roma ini telah mencetak enam gol dalam 29 penampilan untuk Italia, tetapi tidak bermain sejak Maret 2021.
Striker 30 tahun itu diharapkan termotivasi bersama Azzurri setelah terdegradasi menjadi pemain cadangan di AS Roma sejak kedatangan pemain internasional Belgia, Romelu Lukaku. El Shaarawy juga gagal mencetak gol dalam delapan pertandingan di semua kompetisi.
“Salah satu dari ketiganya kemungkinan besar akan memimpin lini serang Italia melawan Malta yang berada di posisi terbawah grup C,” tulis prediksi AFP. Selain itu, Spaletti juga akan mengusahakan skuadnya tampil maksimal saat melawan Malta. Sebab, lebih dari 50.000 tiket telah terjual untuk pertandingan pertama di Stadio San Nicola semenjak Azzurri kalah dalam pertandingan persahabatan dengan Prancis pada tahun 2016.
“Ini mengisyaratkan adanya antusiasme baru untuk tim nasional setelah awal yang menarik di bawah Spalletti,” lanjut AFP.
Seperti diketahui, setelah menangani timnas Italia, Spaletti berhasil membuat Azzurri mengemas empat poin dari melawan Makedonia Utara dan Ukraina pada September lalu. Hal ini pun membuka kesempatan Italia untuk menuju Euro 2024.
"Aku bercita-cita untuk memainkan sepak bola yang hebat, dan kita memiliki apa yang diperlukan. Kami akan pergi ke kandang pencipta sepak bola (Stadio San Nicola) untuk memainkan permainan kami sendiri," kata Spalletti.(tom2)
Editor : izak-Indra Zakaria