SAMARINDA – Setelah mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI 2018 di Sangatta, Kutai Timur, dan kejuaraan nasional (kejurnas) di Semarang bulan lalu, Pengurus Provinsi Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (Pengprov PGSI) Kaltim fokus membuat program singkat sebagai persiapan mengikuti seleksi nasional (seleknas) SEA Games 2019.
Hal ini diungkapkan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PGSI Kaltim, Buyamin saat ditemui di KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa Samarinda, Rabu (2/1). Dijelaskannya, untuk program atlet gulat harus menjaga kondisi memperbaiki teknik-teknik yang kurang.
“Karena dari evaluasi kami di kejurnas lalu, memang kelemahannya ada beberapa item, salah satunya mungkin kelelahan perjalanan dari Kutim ke Samarinda. Setelah porprov, malamnya langsung ke Semarang,” ungkap Buyamin.
Lebih lanjut dijelaskannya, untuk kondisi fisik tak ada masalah. Tetapi untuk teknik, taktik, dan strategi bertanding perlu diperbaiki.
“Anak-anak ini strateginya masih kurang bagus. Karena masih mengandalkan fisik atau kekuatan dan strategi bertanding itu tidak diterapkan, sehingga mereka tidak bisa membaca kondisi lawan itu seperti apa. Nah, ini terlihat saat mereka bertanding di kejurnas. Hari pertama, mereka bermain bagus, kemudian hari kedua langsung drop,” bebernya.
Ditambahkan Buyamin, setiap hari mereka diberikan latihan hanya pada sore hari. Sedangkan pagi berlatih individu.
“Pagi itu individu. Artinya, latihan itu bukan dilihat dari kuantitas, tetapi kualitas latihannya. Makanya, kami benar-benar fokuskan teknik, taktik dan strategi bertanding mereka,” pungkas Buyamin. (*/abi/is/k15)
Editor : wahyu-Wahyu KP