Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Terima Kasih Mitra Kukar

wahyu-Wahyu KP • 2019-01-20 07:16:28

DIBANDINGKAN Septian David Maulana, usia Bayu Pradana di Mitra Kukar sedikit lebih singkat. Dia mengabdi di Naga Mekes hanya tiga tahun, sementara David lima tahun. Kendati demikian, pemain 27 tahun itu tak bisa menyingkirkan begitu saja kenangan saat berseragam kuning emas.

Datang dari Persiba Balikpapan lewat rekomendasi Eddy Simon Badawi, Bayu bukan pemain besar yang dikenal seperti saat ini. Dia hanya pemain biasa yang tidak terlalu menonjol. Jafri Sastra adalah salah seorang pelatih yang memiliki jasa atas karier Bayu. Saat datang ke Kota Raja, ayah dua anak itu berposisi sebagai gelandang serang.

Namun demikian, Jafri melihat potensi lain dari pemain asal Salatiga tersebut. Dia mulai dipercaya tampil sebagai gelandang bertahan. Itu karena dia memiliki karakter permainan keras dan tak kenal kompromi. Di tahun pertamanya di Mitra Kukar, dia berhasil menyumbangkan trofi Piala Jenderal Sudirman 2015.

Prestasi tersebut membuat karier Bayu melejit. Dia kemudian mulai mendapat kesempatan tampil di timnas hingga saat ini. Dia termasuk gelandang terbaik Tanah Air saat ini. Untuk itu, dia mengaku, tidak akan pernah melupakan Mitra Kukar sampai kapan pun.

“Tanpa Mitra Kukar, saya bukan siapa-siapa. Saya besar di tim ini, terima kasih Mitra Kukar,” kata eks Persiba Balikpapan tersebut.

Bayu menyadari, keputusannya pindah sedikit banyak membuat sebagian suporter mengecam dia. Bahkan tak sedikit yang akan menyebut, dia sebagai pemain yang tidak loyal. Namun, Bayu sudah siap dengan kemungkinan yang dia dapat setelah resmi hengkang.

“Saya harus siap dibenci suporter Mitra Kukar. Tapi itu saya anggap wajar, seiring berjalannya waktu, mereka akan lupa,” imbuhnya. (don/is/k18)

Editor : wahyu-Wahyu KP