SAMARINDA – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Kaltim telah menyelesaikan hajatan besar, ujian kenaikan tingkat (UKT). Agenda yang melibatkan 10 kabupaten/kota se-Kaltim itu menggelar ujian, mulai dari Grup I hingga tingkat DAN VI. Itu disebutkan Ketua Binpres Pengprov TI Kaltim, Agus Sujito kepada wartawan, Senin (21/1).
Bergulir di Dojang Taekwondo Polder, Samarinda pada 19-20 Januari. UKT tersebut diklaim merupakan agenda 2018 yang diundur. Padatnya agenda pada Desember lalu, membuat event tersebut harus ditunda.
"UKT sendiri merupakan jadwal tahunan. Sehingga pada Desember 2019 nanti, kami akan menggelar UKT kembali," sebut Agus.
Agus berharap, dengan tuntasnya ujian kemarin dapat memperbanyak kuantitas dan kualitas pelatih yang menyandang sabuk hitam. Sehingga ketika kembali ke daerah dapat menggelar sub-sub latihan di ranting atau cabang yang dinaungi oleh pengurus cabang. "Sehingga ke depan pembinaan taekwondo dapat tersebar di seluruh pelosok Kaltim," imbuhnya.
Agenda kenaikan tingkatan tersebut turut melibatkan tiga penguji nasional dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) dibantu satu penguji daerah. Dengan melibatkan 105 peserta berasal dari 10 daerah. "Alhamdulillah, UKT berjalan lancar. Sebelum ujian, para peserta melakukan latihan bersama pada hari Sabtu (19/1)," ungkap Agus.
Dia melanjutkan, UKT tingkat high DAN yang telah dilaksanakan di Kaltim, terbilang jarang diadakan bagi provinsi. Sebab, biasanya daerah hanya bisa menggelar ujian DAN I sampai DAN IV. Sementara DAN V serta DAN VI digarap PB TI langsung.
"Tapi, dua tahun terakhir PB tidak menggelar UKT untuk high DAN. Sehingga Kaltim berinisiatif untuk mengusulkan diri. Alhamdulillah disetujui. Sebab, adanya penguji nasional dari PB TI membuat kami bisa melaksanakan UKT untuk high DAN. Di Kaltim ada dua pesertanya yang naik ke DAN V dan DAN VI," pungkas Agus. (*/asp/is/k15)
Editor : wahyu-Wahyu KP