BALIKPAPAN - Tuntas sudah Kejuaraan Renang Junior Antarperkumpulan se-Kaltim. Berlangsung di Kolam Renang Mulawarman, Minggu (24/2) kemarin. Bukan menjadi milik tuan rumah. Juara umum di level junior KU III, IV dan V sukses diraih Tirta Kandilo Swimming Club. Perwakilan Kabupaten Paser tersebut mengumpulkan total 28 emas, 6 perak dan 13 perunggu. Disusul oleh Green Taruna Swimming Club asal Balikpapan dengan raihan 14 emas, 12 perak dan 8 perunggu.
Berstatus juara umum di level junior, tentu sebuah raihan yang jauh dari ekspektasi. Apalagi, selama persiapan sangat terbatas. Lantaran waktu yang tidak cukup. Terhalang dengan pengunjung yang datang. “Soal fasilitasnya ada dan berstandar nasional dengan jarak 50 M. Tapi waktunya yang kurang. Jadinya tidak maksimal, karena pengunjung juga menggunakan lintasan. Makanya pemerintah kabupaten bisa lebih memperhatikan atlet,” ujarnya.
Ia pun berharap, kedepannya ada toleransi. Setidaknya, para atlet bisa berlatih dengan waktu maksimal. Sebab renang menjadi salah satu cabor diandalkan. Pada Porprov lalu, sukses meraih empat emas. Bahkan dibuktikan dengan kejuaraan ini. “Kami hanya menurunkan 11 atlet. Tapi mereka mampu memberikan terbaik. Termasuk Vrisilia Iva Ramadhani yang sukses menyabet 10 emas sekaligus di kejuaraan ini,” tambahnya.
“Tentu dengan maksimalnya waktu latihan. Regenerasi bisa dilakukan secara kontinu,” sambungnya.
Meski hanya meraih peringkat kedua, namun pelatih Green Taruna, Sri Wisnu Wiharsa mengatakan tetap mengapresiasi para atletnya. Bahkan mengaku bangga karena sudah menjadi terbaik antarperkumpulan di Balikpapan. “Khusus di kelas individual kami berhasil mendominasi,” kata Sri Wisnu.
Dari kejuaraan ini, ia mengaku sudah bisa mengukur kualitas perenang Kaltim. Sebab hampir semua klub menurunkan atlet terbaiknya. Meski ada beberapa belum turun lantaran tengah menjalani persiapan di kejuaraan nasional. “Di Kejurprov Maret nanti, pasti semua atlet akan turun. Karena saat ini ada beberapa klub masih memberikan program khusus kepada atletnya di pulau Jawa,” jelasnya.
Persoalan dualisme yang terjadi pada kubu PRSI Balikpapan, ia menambahkan agar bisa diselesaikan. Karena suka atau tidak suka akan berdampak pada atlet. Meskipun begitu, seluruh pelatih di Balikpapan tetap semangat melakukan pembinaan. “Biarpun pengurus yang punya kewenangan menyelesaikan. Berharap KONI Balikpapan mampu menyatukan kembali. Karena sejatinya, dua kubu ini punya tujuan yang sama demi cabor renang. Berjaya di level Kaltim maupun nasional. Hanya saja ada beberapa pandangan yang berbeda. Dan perlu duduk bersama,” akunya. (ham/san)
Editor : adminbp-Admin Balpos