KYLIAN Mbappe selama ini dikenal sebagai pemain muda yang lurus-lurus saja. Nyaris tidak pernah ada berita miring tentang bomber muda Paris Saint-Germain (PSG) itu. Nah, kabar minor soal Mbappe baru muncul kemarin. Striker timnas Prancis itu dikabarkan melakukan tindak indispliner dengan telat datang ke meeting tim jelang Le Classique putaran pertama (29/10/2018).
Aksi tersebut membuatnya didenda EUR 180 (Rp 2,9 miliar) atau setara gaji selama sepekan. Seperti biasa, setiap denda yang dijatuhkan ke personel tim, maka uang tersebut akan masuk PSG Foundation.
Namun, Mbappe tidak sendiri. Gelandang Adrien Rabiot juga didenda dengan alasan serupa. Hanya, gelandang 23 tahun itu memang sudah tidak betah di PSG sejak awal musim.
Sikap tersebut adalah bentuk ''pemberontakan'' Rabiot agar dia segera pergi dari PSG. Sebelumnya, Rabiot sudah menolak memperpanjang kontraknya yang habis akhir musim ini. Dan, itu sukses membuat manajemen Les Parisiens marah, lalu membekukan statusnya di tim utama untuk dilepas akhir musim nanti.
Nah, apa yang dilakukan Rabiot tampaknya ingin diduplikasi oleh Mbappe. Media-media Prancis dan Spanyol melaporkan bahwa Donatello--julukan Mbappe-- melakukan itu agar dia bisa dilepas ke Real Madrid musim depan. Keinginan untuk hengkang semakin kuat. Pasalnya, Real Madrid sudah kembali ditangani oleh Zinedine Zidane.
Presiden Real Florentino Perez juga mengatakan bahwa Mbappe adalah salah seorang pemain yang masuk targetnya. Musim lalu, hal itu nyaris terealisasi ketika Mbappe ingin pergi dari AS Monaco. Tapi,dia lebih memilih berkarir di Ligue 1 sebelum go international.
''Saya tidak akan berkomentar mengenai pemain yang bukan milik saya. Tapi, tentu kami dengan senang hati melatih pemain hebat,'' ucap Zidane seperti dilansir L'Equipe. (io/bas)
Editor : izak-Indra Zakaria