Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Psywar Red Star ke Dinamo Zagreb

izak-Indra Zakaria • Jumat, 30 Agustus 2019 - 15:16 WIB

Memori Tragedi Maksimir kembali muncul (28/8). Itu setelah dua klub pelaku tragedi tersebut, Crvena zvezda alias Red Star Belgrade dan Dinamo Zagreb. memastikan tiket lolos ke fase grup Liga Champions. Terbuka kans dua klub ini tergabung segrup. Sebab Crvena ada di pot keempat dan Dinamo pot ketiga. 

Tanpa peduli dengan drawing yang baru berlangsung malam nanti WIB, saling melontar psywar dilakukan media dari Serbia dan Kroasia yang notebene bertetangga itu. Apalagi begitu dilaporkan ada tank di depan Red Star Stadium, Beograd, saat Marko Marin dkk ditahan Young Boys 1-1 dalam leg kedua playoff Liga Champions. 

''Provokasi yang tak wajar dari Beograd," tulis Sportske novosti, surat kabar berkantor di Zagreb. Crvena dalam laman Facebook resminya menyanggahnya dan menyebut tank itu cuma bagian dari atraksi fans Crvena. ''Tank ini hanya bagian dari slogan klub kami.'' sebut salah satu kelompok fans Crvena, Delije. 

Tank itu bertipe T-55. Diketahui tank tersebut merupakan tank yang disita di Vukovar, di saat konflik 87 hari antara Kroasia-Serbia di Vukovar, 1991 silam. Meski begitu, kubu tamu tak merasa risih dengan adanya tank tersebut. ''Kami biasa saja. Tidak terpengaruh apapun (dengan tank tersebut),'' kata juru bicara klub Swiss itu, Albert Staudenmen dalam situs resmi klub.    

Ditambah lagi dengan UEFA yang tak mengambil sikap terkait tudingan-tudingan media Kroasia ke Crvena soal tank tersebut. Di sisi lain, provokasi juga datang dari Zagreb. Dari situs  Hercegovacki Portal, fans Dinamo ganti memarkir traktor berkarat, di dekat Stadion Maksimir.  Itu sebagai sindiran ke Crvena dengan sebutan mesin berkarat.  

Kali terakhir kedua klub ini bersua saat masih sama-sama jadi satu bagian di Yugoslavia. Ya Tragedi Maksimir pecah pada 13 Mei 1990. Di saat itu Bad Blue Boys, fans fanatik Dinamo, melempari Delije dengan batu. Fans tamu balik menyerang dengan bersenjatakan pisau. Setelah kerusuhan, ratusan fans dilaporkan luka-luka. 

Sebagai eks gelandang Dinamo yang pernah membesut Crvena, Robert Prosinecki, tidak mau berkomentar soal psywar itu. ''Terlalu jauh membahasnya (drawing). Lolos ke fase grup ke grup Liga Champions saja sudah capaian bagus untuk kedua klub. Tinggal sampai sejauh mana mereka melaju,'' tutur pelatih timnas Bosnia-Herzegovina itu, dikutip laman 24 Sata.

Sementara, klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, lolos ke fase grup Liga Champions 2019-2020 setelah mendepak tim asal Siprus, APOEL Nocosia. Ajax melenggang setelah menang 2-0 pada leg kedua playoff di Johan Cruyff Arena, Kamis (29/8) dini hari WIB.

Hasil tersebut memastikan posisi Ajax di babak utama Liga Champions karena bermain tanpa gol pada pertemuan pertama di markas APOEL pekan lalu. Edson Alvarez membuka kemenangan Ajax dengan mencetak gol pada pertandingan yang disiarkan SCTV ini. Dibeli dari Club America untuk menggantikan Matthijs de Ligt yang hengkang ke Juventus musim panas lalu, pemain berusia 21 tahun itu langsung merebut hati suporter dengan merobek gawang tim tamu di menit ke-43.

Klaas-Jan Huntelaar semula mengira sudah menggandakan keunggulan Ajax di awal babak kedua. Namun, golnya dianulir video assistant referee (VAR).

Tidak lama berselang, giliran APOEL yang menderita karena VAR membatalkan gol Andrija Pavlovic. Ajax pada akhirnya mengamankan tempat di babak grup Liga Champions lewat gol Dusan Tadic di menit ke-80.

lub Brugge dan Slavia Praha menemani Ajax ke fase grup Liga Champions setelah meraih hasil yang dibutuhkan di leg kedua. Brugge mengalahkan LASK 2-1 untuk unggul agregat 3-1. Sementara Slavia Praha membungkam Cluj 1-0 dan menang agregat 2-0.

Ketiga klub itu mengikuti jejak Dinamo Zagreb, Red Star Belgrade, dan Olympiakos yang memesan tempat sehari sebelumnya. Mereka kini menunggu hasil undian babak grup yang berlangsung tadi malam di Monaco. (ren/jpg)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Bola Eropa