TURIN– Sarrismo kembali! Ya, begitu yang ditulis La Gazzetta dello Sport setelah Maurizio Sarri “pulang” ke Serie A dengan Juventus musim panas lalu. Sarrismo 2.0, begitulah sebutan media-media Italia dengan filosofi Juventus musim ini di tangan Sarri. Artinya, Napoli sebagai mantan anak asuh Sarri di Serie A yang berlabel Sarrismo 1.0.
Karenanya, grande partita di Allianz Stadium, Turin, dini hari nanti WIB, yang bak jadi penentu pemilik Sarrismo yang sebenarnya (Siaran langsung beIN Sports 2 pukul 01.45 WIB). ''Filosofinya (Sarrismo) sudah sangat jelas dan kelihatan, dia (Sarri) telah memberi instruksi ke kami,'' sebut asisten pelatih Juve Giovanni Martusciello, di Vinovo, tadi malam WIB.
Masih Martusciello yang berada di bench La Vecchia Signora, julukan Juve. Sedangkan, Sarri seperti yang diberitakan, baru akan kembali mendampingi Giorgio Chiellini dkk usai jeda internasional, 15 September nanti. Mister 33, julukan Sarri, masih menjalani pemulihan setelah divonis mengidap penyakit radang paru-paru, atau pneumonia.
''Dengan melawan Napoli, kami harap pemain akan bereaksi lebih bagus dengan filosofi ini,'' sambung Martusciello, dikutip situs resmi klub. Tanpa Sarri, Martusciello pun berasal dari Ischia, komuni utama di Pulau Phlegrean yang masih jadi bagian region Campania. Naples pun bagian dari region Campania.
Sarri tak mengubah skema 4-3-3 Juve. Bedanya, Sarrismo mengubah serangan Juve bak tiki-taka yang lebih vertikal. ''Dibandingkan dengan (filosofi) Max Allegri kami sekarang lebih banyak bermain dengan bola dan kami bertahan dengan cara yang berbeda. Dia sudah meminta kami bermain dengan garis pertahanan lebih tinggi,'' ulas portiere Juve Wojciech Szczesny saat diwawancarai Sky Italia.
Kebetulan, dilansir Calciomercato, allenatore Napoli Carlo Ancelotti bisa me-mirroring formasi 4-3-3 Juve. Sama persis seperti saat Sarri masih di Castel Volturno, sebutan bagi kamp latihan Napoli. ''Head to head yang sulit,'' klaim Woja, sapaan karib Szczesny. Apabila berkaca dari giornata pertama kontra Parma (24/8), finishing jadi handicap Sarrismo Juve.
Dengan 14 kali tembakan, hanya satu gol yang tercipta. Masih kalah efisien dari 16 total shots Il Partenopei, julukan Napoli, ke gawang Fiorentina dapat mendulang empat gol. Lorenzo Insigne dkk cuma butuh empat kali tembakan per satu gol. Paling efisien saat giornata pertama.
Dikutip Tutto Napoli, Insigne mengklaim Sarrismo dari Naples yang lebih matang.
''Biasanya, aku satu-satunya orang yang melayani (Jose) Callejon. Terkadang kami dapat bertukar peran. Mulai musim ini, kami bermain dengan hati. Kami harap kami melakukan aksi-aksi yang indah di Turin,'' beber il capitano Napoli tersebut. Lambat saat transisi bertahan yang jadi PR-nya.
Sayangnya, pemain yang punya julukan Lorenzo Il Magnifico itu tak bisa bertatap muka dengan sosok pengkhianat. Insigne menyebut Sarri pengkhianat. ''Aneh melihatnya (Sarri) akan jadi lawan kami. Tapi, kami tak perlu memperhatikan dia lagi. Pikirkan caranya pesta di Turin,'' koar pemain asli didikan akademi Napoli itu.
Carletto, julukan Ancelotti, bersikap berbeda dengan pendahulunya di Napoli itu. ''Kalau bertemu dengannya (Sarri), itu akan menyenangkan. Yang terpenting, dia baik-baik saja,'' lanjut tactician yang pernah menangani Cristiano Ronaldo di Real Madrid itu, dikutip dari situs resmi Napoli.
Ancelotti yang masih mempertahankan Sarrismo dengan sedikit modifikasi skema main, sudah mempunyai ide untuk merusak pertahanan Juve. ''Faktanya, serangan-serangan kami dari lini belakang sudah di titik maksimal,'' klaim Ancelotti. ''Dalam situasi set piece, hindari situasi tiga pemain lawan di area pertahanan. Blokir sebelum masuk ke area penalti,'' tambahnya. (ren)
Editor : izak-Indra Zakaria