MUENCHEN– Musim lalu (2019–2020) adalah musim paling sensasional dalam karir Robert Lewandowski. Striker Bayern Muenchen yang akrab disapa Lewy itu berhasil menciptakan hingga 55 gol dalam 47 pertandingan.
’’Ekspektasi saya makin tinggi dan saya berusaha mempertahankannya setiap musim,’’ ucap Lewy setelah ditahbiskan sebagai Pemain Terbaik Jerman 2020 akhir bulan lalu.
Masalahnya, memang lebih mudah mengucapkannya ketimbang merealisasikannya di lapangan. Setidaknya melihat statistik Lewy mengawali musim ini (2020–2021).
Dalam tiga pertandingan, der bomber 32 tahun tersebut baru mengoleksi sebiji gol. Itu pun lahir dari eksekusi penalti ketika Bayern berpesta delapan gol tanpa balas ke gawang Schalke 04 dalam laga pembuka Bundesliga musim ini (19/9).
Dua laga lainnya adalah menghadapi 1899 Hoffenheim dalam spieltag kedua (27/9) maupun Piala Super Eropa kontra Sevilla (25/9). Tantangan mencatat gol kembali hadir saat Bayern menghadapi rival mereka dalam Der Klassiker, Borussia Dortmund, pada perebutan DFL-Supercup di Allianz Arena dini hari nanti (siaran langsung Mola TV pukul 01.30 WIB).
Jika menilik statistik, Lewy bukan spesialis pencetak gol dalam laga Der Klassiker di DFL-Supercup. Empat kali bertemu mantan klubnya tersebut, Lewy hanya bisa sekali mencatatkan namanya di papan skor. Yakni, pada edisi 2018. Handicap itu pula yang terjadi tahun lalu ketika Die Roten –sebutan Bayern– harus mengakui keunggulan Die Borussen, julukan Borussia Dortmund.
Ketika Lewy baru mengemas sebiji gol, striker andalan BVB –sebutan lain Borussia Dortmund– Erling Haaland sudah mengemas dua gol dari tiga kali penampilan musim ini. Motivasi Haaland dalam Der Klassiker di DFL-Supercup dianggap lebih bagus setelah kali pertama menjalaninya dalam spieltag ke-28 Bundesliga musim lalu. Ketika itu striker 20 tahun tersebut gagal mencetak gol dan BVB keok 0-1 di kandang sendiri, Signal Iduna Park.
Haaland yang mengoleksi 16 gol dalam 18 laga bersama BVB pada paro kedua musim lalu meyakini lebih siap mengumpulkan pundi-pundi gol musim ini. ”Aku memulai dari awal (musim ini, Red) dan bukan lagi di pertengahan (seperti musim lalu). Jadi, aku merasa lebih siap,” ucap striker berkebangsaan Norwegia tersebut kepada Ruhr Nachrichten.
Jika diakumulasikan dengan koleksi gol bersama Red Bull Salzburg pada paro pertama musim lalu, Haaland mengoleksi total 44 gol. Tidak jauh-jauh amat dengan Lewy. ”Masih ada ruang untuk mengevaluasi diri,’’ tutur penyerang yang punya gaya selebrasi yoga tersebut.
Der trainer Bayern Hans-Dieter Flick ikut-ikutan menganalisis penampilan Haaland musim ini. Dia mencontohkan gol kedua Haaland ke gawang Borussia Moenchengladbach (19/9). ’’Dia melakukan sprint 90 meter sebelum mencetak gol. Itu menunjukkan keserakahan dan rasa lapar atas golnya,’’ ungkapnya dalam pre-match press conference di Saebener Strasse tadi malam kepada TZ.
Pelatih yang tahun ini telah memenangkan empat gelar bersama Bayern itu juga memberikan tanggapan mengenai Haaland yang diklaim sebagai Lewy versi muda. ’’Dia (Haaland) sedang dalam perjalanan menjadi striker bagus, sedangkan Lewy adalah striker terbaik dunia saat ini,’’ tegasnya.
Direktur Olahraga BVB Sebastian Kehl memiliki penilaian lain. ’’Lewy datang ke kami (BVB) sebagai talenta hebat saat itu. Di sisi lain, Haaland sudah berada di BVB dengan level yang sangat tinggi. Reputasinya sangat berbeda dengan yang dimiliki Lewy saat itu,’’ jelas pria yang pernah menjadi rekan setim Lewy semasa di BVB tersebut. (ren/c14/dns)
Line up ---
Bayern Muenchen (4-2-3-1): 1-Neuer (g/c); 5-Pavard, 4-Suele, 27-Alaba, 21-Hernandez; 6-Kimmich, 18-Goretzka; 7-Gnabry, 25-Mueller, 29-Coman; 9-Lewandowski
Pelatih: Hans-Dieter Flick
Borussia Dortmund (4-2-3-1): 1-Buerki (g); 26-Piszczek, 15-Hummels, 16-Akanji, 13-Guerreiro; 28-Witsel, 23-Can; 7-Sancho, 11-Reus (c), 19-Brandt; 9-Haaland
Pelatih: Lucien Favre
Stadion: Allianz Arena, Muenchen
Siaran Langsung: Mola TV pukul 01.30 WIB
Asian Handicap 0:1
Editor : izak-Indra Zakaria