MILAN– Dalam wawancara dengan Che Tempo che Fa pekan lalu (9/3), Zlatan Ibrahimovic memuji Gennaro Gattuso. Ibra dan Gattuso punya relasi bagus ketika sama-sama membela AC Milan (2010–2012). Bahkan, putra Ibra mengidolakan Gattuso yang notabene pemain lawas ketimbang superstar masa kini seperti Kylian Mbappe atau Erling Haaland.
”Ketika anakku berulang tahun, aku meminta dia (Gattuso) menelepon anakku karena dia adalah idola anakku. Karismanya yang membuat anakku mengidolakannya,” ungkap Ibra yang sejak musim lalu menjalani periode kedua bersama ACM.
Karena itu, Ibra begitu kecewa saat harus absen lantaran cedera ketika ACM menghadapi tim asuhan Gattuso, SSC Napoli, di Stadio San Siro (15/3). Sebab, Rossoneri dipaksa takluk 0-1 dalam laga di giornata ke-27 Serie A tersebut. Kekalahan yang membuat ACM kini tertinggal sembilan poin (56-65) oleh capolista Inter Milan.
Ibra yang menonton langsung dari tribun San Siro terlihat gemas ketika Gianluigi Donnarumma dkk gagal memaksimalkan sejumlah peluang. Dalam pertemuan pertama musim ini (23/11/2020), Ibra tampil sebagai aktor kemenangan 3-1 ACM saat mengalahkan Napoli di Stadio San Paolo (sebelum berganti menjadi Stadio Diego Armando Maradona per 4 Desember 2020). Striker 39 tahun itu memborong dua gol.
Kekalahan oleh Napoli menjadi kekalahan kelima ACM di Serie A musim ini. Empat di antaranya dialami dari tim penghuni lima besar klasemen. Sebelum Partenopei yang menempati peringkat kelima, Inter, Juventus (peringkat ketiga), dan Atalanta BC (urutan keempat) pernah melakukannya. Dan, semua di San Siro!
Hal itulah yang memunculkan hipotesis bahwa ACM memang belum pantas merengkuh scudetto Serie A musim ini. Padahal, skuad Stefano Pioli menjadi capolista selama 17 pekan dan melaju tanpa terkalahkan dalam 15 giornata awal. ”Target kami di awal musim ini adalah kompetitif (dalam perburuan scudetto, Red) dan kami telah melakukannya,” ucap Pioli di laman resmi klub.
Menurut Pioli, timnya juga bermasalah dengan kebugaran setelah menjalani first leg 16 besar Liga Europa di kandang Manchester United (12/3). ”Recovery kami dari Kamis ke Minggu (setelah laga melawan United menuju laga melawan Napoli, Red) tidak sebaik dari Minggu–Kamis (setelah laga melawan Hellas Verona pada 7 Maret 2021 menuju laga melawan United, Red),” sambung Pioli yang hanya membawa Rossoneri sampai perempat final di Coppa Italia musim ini.
Di sisi lain, media-media Italia menyebut kemenangan Napoli sebagai bukti bahwa Gattuso tetap ”penguasa” San Siro. Pengalaman 13 musim (1999–2012) sebagai pemain ACM mengantarkannya memenangi semua ajang dari Serie A, Liga Champions, sampai Piala Dunia Antarklub.
Capaiannya sebagai allenatore ACM juga sulit dibilang jelek karena Gattuso mengalami peningkatan dari finis keenam (2017–2018) lalu finis kelima (2018–2019). Yang ajaib adalah musim lalu. Sebagai pengganti Carlo Ancelotti di tengah jalan, pemilik julukan Ringhio itu mempersembahkan gelar Coppa Italia.
”Dia (Gattuso, Red) ke sini (San Siro, Red) dengan semangat untuk membawa tim kami bisa berkiprah lagi di Eropa. Mentalitas tim kami jelas jauh lebih baik dalam laga malam ini (kemarin, Red),” beber Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis memuji Gattuso kepada La Gazzetta dello Sport. (ren/c17/dns)
Editor : izak-Indra Zakaria