Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Rambut Pirang Granit Xhaka Bikin Istri Melongo, Publik Mengkritik

izak-Indra Zakaria • Rabu, 16 Juni 2021 - 18:26 WIB
Granit Xhaka saat video call dengan istri. Tampak istrinya terkejut dengan penampilan rambut baru Xhaka.
Granit Xhaka saat video call dengan istri. Tampak istrinya terkejut dengan penampilan rambut baru Xhaka.

PENAMPILAN kapten Swiss Granit Xhaka memang bikin pangling. Sampai-sampai istri Xhaka, Leonita, terkejut melihat penampilan baru suaminya. Xhaka pun menunjukkan wajah melongo Leonita dalam akun Instagram miliknya kemarin (15/6).

Yang baru dari pemain Arsenal itu adalah rambutnya yang berubah dari hitam menjadi pirang. Penampilan Xhaka tersebut mencuri perhatian dalam sesi latihan Nati di Stadio Tre Fontane, Roma, kemarin (15/6). ”Selain Granit (Xhaka), Manuel (Akanji, bek Swiss) saat ini juga berambut pirang,’’ ungkap Kepala Bagian Komunikasi Federasi Sepak Bola Swiss Adrian Arnold kepada awak media kemarin.

Laporan Blick mengungkapkan bahwa penata rambut top dari Jerman, Winnie Nana Karkari, datang untuk ”memermak” rambut sejumlah pemain Swiss. Karkari pernah jadi atensi publik Jerman karena tidak memakai masker saat menata rambut enam pemain Borussia Dortmund. Salah satunya Akanji yang memang menjadikan rumahnya di Duesseldorf sebagai barbershop dadakan tersebut. Akanji kemudian dijatuhi denda oleh otoritas Bundesliga (DFL).

Untuk kali ini, Arnold menegaskan bahwa Karkari datang sesuai dengan protokol Covid-19. Sayang, publik Swiss menunjukkan reaksi negatif terkait perubahan rambut pemain Nati. Khususnya Xhaka sebagai kapten tim. ”Dia seharusnya mengubah performanya menjadi lebih baik. Bukan untuk mencari perhatian karena mengganti warna rambut,” kata pandit George Bregy kepada Blick.

Performa Xhaka dalam matchday pertama melawan Wales (13/6) memang di bawah standar seiring rapornya versi pandit di negerinya hanya di angka 4 dari 10. Versi Fotmob, Xhaka masuk dalam empat pemain yang memiliki rapor terendah (6.6) dengan dua di antaranya adalah pemain Wales. ”Granit seperti tidak ada dalam pertandingan. Tidak ada operan menusuk maupun upaya membantu serangan. Dia hanya ingin berada di zona nyaman,” imbuh Bregy. (ren/c6/dns)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Bola Eropa