Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Juara Eropa Tak Beruntung

izak-Indra Zakaria • 2021-09-02 14:09:33
Gianluigi Donnarumma belum bisa dimainkan.
Gianluigi Donnarumma belum bisa dimainkan.

FIRENZE– Ada hal tidak enak yang dirasakan para pemain Italia pasca memenangi Euro 2020 di Wembley Stadium pada 12 Juli lalu. Yaitu menjalani musim ini dengan lebih lambat dari rekan seklubnya. Bahkan, kiper Italia sekaligus pemain terbaik Euro 2020 Gianluigi Donnarumma masih belum sekalipun tampil bersama klubnya musim ini.

Hal itulah yang mengganggu allenatore Italia Roberto Mancini kala melakoni kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa melawan Bulgaria di Stadio Artemio Franchi dini hari nanti (siaran langsung Mola TV pukul 01.45 WIB). Meski, laga pertama Gli Azzurri setelah memenangi Euro 2020 tersebut berjarak 51 hari berselang.

”Kami hanya lelah secara fisik, tetapi secara mentalitas tentu tidak ada yang berubah (dari Gli Azzurri, Red). Kami malah bisa lebih baik lagi dalam 14 bulan ke depan (menuju Piala Dunia 2022, Red),” kata Mancini kepada Sky Sport Italia.

”Untuk Gigio (sapaan akrab Gianluigi Donnarumma, Red), yang dialaminya wajar. Sebab, dia memulai musimnya dengan sangat terlambat,” imbuh Mancini.

Gigio yang baru musim ini bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG) memang belum bermain bukan lantaran telat bergabung di klub yang diperkuat Lionel Messi tersebut. Melainkan juga karena masih ada Keylor Navas, kiper utama PSG sejak dua musim lalu,

Selain Gigio, bek sekaligus kapten Gli Azzurri Giorgio Chiellini tidak mendapatkan menit bermain yang cukup bersama Juventus di awal musim ini. Chiellini hanya bertanding selama setengah jam dari dua laga yang telah dijalani oleh Juve. Itu ditambah performa buruk La Vecchia Signora yang nirmenang.

Padahal, Juve paling banyak menempatkan pemainnya di skuad Italia. Selain Chiellini, perwakilan La Vecchia Signora adalah Leonardo Bonucci, Manuel Locatelli, serta Federico Chiesa dan Federico Bernardeschi. ”Anda tidak bisa menyamakan situasi di klub dengan di timnas,” ucap Bonucci kepada Tuttosport.

Sisi positif Italia saat menghadapi Bulgaria dini hari nanti adalah mereka bermain di kandang sendiri dan pernah mengalahkan Lavovete – julukan Bulgaria – sebelumnya. Tepatnya dalam matchday kedua grup C di Sofia (29/3) dengan skor dua gol tanpa balas.

Motivasi skuad Mancini juga bisa bertambah seiring rekor prestisius menanti mereka.Yaitu pemilik streak unbeaten sepanjang sejarah. Saat ini, Italia tidak terkalahkan dalam 34 laga beruntun dari total 39 laga sejak ditangani Mancini per 15 Mei 2018. Jika tidak kalah oleh Bulgaria dini hari nanti, Italia bakal menyamai rekor Spanyol pada 2007—2009 dan Brasil (1993—1996).

”Status ini (juara Eropa, Red) bisa menjadi ketidakberuntungan karena semua lawan semakin berlomba-lomba untuk mengalahkan kami,” tutur Jorginho, gelandang Italia asal Chelsea yang baru saja ditahbiskan sebagai pemain terbaik UEFA musim lalu kepada La Gazzetta dello Sport. (io/dns)

 

line up ---

 

Italia (4-3-3): 21-Donnarumma (g); 2-Di Lorenzo, 19-Bonucci, 3-Chiellini (c), 13-Emerson; 6-Verratti, 8-Jorginho, 18-Barella; 14-Chiesa, 17-Immobile, 10-Insigne

Pelatih: Roberto Mancini

Jersey pemain: Biru

Jersey kiper: Kuning

 

Bulgaria (3-5-2): 13-Mihaylov (g); 25-Hristov, 4-Antov, 13-Bozhikov (c); 8-Nedelev, 16-Malinov, 7-Kostadinov, 18-Chochev, 6-Karagaren; 11-Despodov, 10-Delev

Pelatih: Yasen Petrov

Jersey pemain: Putih

Jersey kiper: Hitam

 

Wasit:

Serdar Gozubuyuk (Belanda)

 

Stadion:

Artemio Franchi, Firenze

 

Siaran Langsung:

Mola TV pukul 01.45 WIB

 

Asian Handicap 0:2 ¼

Editor : izak-Indra Zakaria
#Bola Eropa