BADUNG–Kekalahan 0-1 dari PSS Sleman pekan lalu bisa berbuntut panjang bagi Borneo FC Samarinda. Jika tren minor itu tidak segera diakhiri, misi mengguncang papan atas Liga 1 2021/2022 akan terancam gagal.
Fakhri Husaini selaku juru taktik dituntut segera membenahi timnya agar mampu bangkit di laga selanjutnya. Wajar jika hasil kontra PSS menuai banyak kekecewaan. Pasalnya, Borneo FC berstatus tim unggulan. Fakhri pun mengakui timnya tampil buruk sepanjang laga.
"Harus diakui ini penampilan (lawan PSS) terburuk Borneo FC selama saya memimpin di lapangan. Selama 90 menit bermain nyaris tak ada peluang bikin gol," sebut Fakhri.
Menilik persoalan fisik, Fakhri menyebut sudah mengakalinya dengan menerapkan rotasi. Sayangnya, performa tim tetap tak sesuai harapan. Justru PSS yang punya motivasi lebih tinggi berhasil memenangkan pertandingan.
"Saya dan yang utama pemain harus belajar banyak dari laga lawan PSS. Jika ingin meraih hasil maksimal dalam sebuah pertandingan, tentu wajib punya motivasi lebih. Saya akan coba memperbaiki mental tim agar pekan berikutnya bisa mendapat kemenangan lagi," harapnya.
Namun hasrat meraih kemenangan di laga selanjutnya dipastikan bukan hal mudah untuk diwujudkan. Pasalnya, Sultan Samma dkk akan bersua tim kuat PSIS Semarang.
Menurut Fakhri, PSIS adalah salah satu tim kuat di Indonesia. Di sisi lain, tradisi sepak bola tim asal Jawa Tengah tersebut cukup panjang dan melahirkan banyak talenta hebat.
"PSIS punya histori yang bagus dari semasa saya masih bermain sampai sekarang. Saya tekankan kepada pemain untuk tampil lebih baik agar tiga poin bisa didapat," pungkasnya. (ndy/k8)
ARIB BILLAH
tenggarongkpk@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria