RIYADH – Harapan tinggi Cules –sebutan fans FC Barcelona– kepada Xavi Hernandez saat menggantikan Ronald Koeman pada November 2021 terus tereduksi. Bagaimana tidak, Xavi sudah melewatkan empat ajang untuk meraih gelar sepanjang musim lalu. Mulai La Liga, Copa del Rey, Liga Europa, hingga Supercopa de Espana.
Memasuki bulan ke-14 melatih Barca, kesempatan bagi entrenador 42 tahun tersebut untuk pecah telur trofi juara kembali hadir di Supercopa de Espana. Xavi hanya butuh dua laga untuk juara. Diawali meladeni Real Betis dalam semifinal di King Fahd International Stadium, Riyadh, dini hari nanti (siaran langsung RCTI/RCTI+ pukul 02.00 WIB).
Tahun lalu, di venue yang sama, laju Xavi dan Barca sudah terhenti oleh Real Madrid di semifinal. Lewat waktu tambahan, Barca menyerah 2-3 oleh seteru abadinya tersebut. Real kemudian bablas juara.
Secara kualitas, Betis memang berada di bawah Real. Tapi, Xavi sadar Betis bukan tim yang mudah dikalahkan berkaca dari pengalaman musim lalu. Los Verdiblancos –sebutan Betis– memberi kekalahan pertama bagi Xavi. Di Camp Nou, Barca dipermalukan 0-1 dalam jornada ke-16 La Liga (5/12/2021).
Barca kemudian membalasnya dalam jornada ke-35 di Estadio Benito Villamarin (8/5/2022). Namun, butuh gol bek kiri Jordi Alba di menit keempat injury time untuk Barca bisa pulang dengan kemenangan 2-1. ”Mereka (Real Betis) adalah juara Copa (del Rey) dan mereka tentu tidak akan meraihnya kalau tidak didukung skuad yang kompetitif dan pelatih yang berpengalaman (Manuel Pellegrini, Red),” ungkap Xavi seperti dilansir Barca Blaugranes.
Ketimbang Barca yang jor-joran mendatangkan Raphinha, Robert Lewandowski, Jules Kounde, plus pemain gratisan berkualitas (Franck Kessie, Andreas Christensen, Marcos Alonso, dan Hector Bellerin), Betis lebih berhemat. Rival Sevilla FC di Andalusia itu hanya mendatangkan dua pemain Brasil. Winger Luis Henrique dari Fluminense dan bek tengah Luiz Felipe asal SS Lazio. Tapi, itu sudah cukup menambah kekuatan Betis karena tidak ada pemain pilar yang pergi.
Buktinya, musim ini Betis mampu bersaing di empat besar La Liga serta masih bertahan di Copa del Rey maupun Liga Europa. ”Kami tidak ingin jauh-jauh datang ke sini (Riyadh, Red) hanya untuk memainkan satu pertandingan dan berstatus ekshibisi. Kami akan tampil fight untuk mengalahkan mereka (Barca) seperti kemenangan fantastis kami musim lalu (di Camp Nou, Red),” tutur gelandang serang Betis Nabil Fekir kepada Diario AS. (io/c19/dns)
Perkiraan pemain:
Real Betis (4-2-3-1): 13-Rui Silva (g); 24-Ruibal, 16-Pezzella, 3-Edgar Gonzalez, 33-Miranda; 14-Carvalho, 18-Guardado; 11-Luiz Henrique, 8-Fekir, 10-Canales (c); 9-Borja Iglesias
Pelatih: Manuel Pellegrini
Jersey pemain: Hijau-putih
Jersey kiper: Ungu
FC Barcelona (4-3-3): 1-Ter Stegen (g); 23-Kounde, 4-Araujo, 15-Christensen, 18-Alba; 30-Gavi, 5-Sergio Busquets (c), 8-Pedri; 22-Raphinha, 9-Lewandowski, 11-Dembele
Pelatih: Xavi Hernandez
Jersey pemain: Merah-biru
Jersey kiper: Oranye
Wasit: Carlos del Cerro Grande
Stadion: King Fahd International Stadium, Riyadh
Siaran Langsung: RCTI/RCTI+ pukul 02.00 WIB
Asian Handicap 1:0
++++++++++++
GRAFIS
Entrenador Barca dan Gelar Pertamanya
Ronald Koeman
Periode: 19 Agustus 2020–27 Oktober 2021
Gelar pertama: Copa del Rey 2020–2021
Penantian gelar: 9 bulan
Ernesto Valverde
Periode: 29 Mei 2017–13 Januari 2020
Gelar pertama: Copa del Rey 2017–2018
Penantian gelar: 11 bulan
Luis Enrique
Periode: 19 Mei 2014–29 Mei 2017
Gelar pertama: La Liga 2014–2015
Penantian gelar: 13 bulan
Gerardo Martino
Periode: 23 Juli 2013–14 Mei 2014
Gelar pertama: Supercopa de Espana 2013
Penantian gelar: 1 bulan
Tito Vilanova
Periode: 1 Juli 2012–19 Juli 2013
Gelar pertama: La Liga 2012–2013
Penantian gelar: 12 bulan
Pep Guardiola
Periode: 1 Juli 2008–30 Juni 2012
Gelar pertama: Copa del Rey 2008–2009
Penantian gelar: 12 bulan
Editor : izak-Indra Zakaria