TARAKAN - Kalangan pelajar di Kalimantan Utara (Kaltara) tak luput dari pembinaan atlet. Sehingga dengan adanya sekolah olahraga nantinya, bisa meningkatkan kemampuan atlet dalam kejuaraan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara Obed Daniel Lumban Tobing menjelaskan, sekolah olahraga menjadi harapan dari pemerintah pusat untuk didirikan di setiap daerah. Adapun cikal bakal dari pendirian sekolah olahraga ini, yakni melalui program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) yang sudah dijalankan di Kaltara sejak 2017 silam.
“Ada 10 atlet yang berprestasi dan dibina dalam program PPLP ini. Tetapi ke depan memang diharapkan dari program PPLP bisa jadi sekolah olahraga,” ujarnya, Selasa (7/2).
Pendirian sekolah olahraga ini masih terdapat beberapa kendala. Salah satunya harus berkoordinasi kembali dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta pemerintah daerah. “Jika tak bisa dibentuk cepat, minimal ada kelas olahraga. Yang untuk atlet cabor spesifik potensi daerah dan dukungan dari segi kurikulum olahraga khusus untuk pelajar,” harapnya.
Menyikapi permintaan pendirian sekolah olahraga di Kaltara, Kepala Bidang Kemitraan Dalam Negeri Kemenpora RI Yustia Elita mengatakan, Kaltara sangat berpotensi untuk bidang olahraga. Meski masih provinsi baru, Kaltara memiliki pemuda yang potensial dalam bidang keolahragaan.
“Jadi planningnya membuat sistem sekolah olahraga yang tidak memisahkan dari sekolah umum. Saya lihat potensinya besar sekali kalau di sini (Kaltara),” ungkapnya.
Sekolah olahraga ini dikatakannya dapat berdiri, jika mendapatkan dukungan dari pemerintah terkait. Ia menilai bibit-bibit atlet di Kaltara sangat baik, sehingga wacana kepemudaan ini dapat berkembang. Pihaknya telah menyiapkan alokasi anggaran untuk prasarana program kepemudaan.
“Memang tahun lalu belum ada anggarannya. Apalagi Covid-19 juga dua tahun. Ini sudah dibahas terkait anggaran untuk meningkatkan indeks pembangunan kepemudaan di setiap daerah,” tuturnya.
Soal anggaran, daerah tidak melulu harus ke Kemenpora. Ia menyampaikan anggaran untuk bidang kepemudaan dan olahraga hanya sekitar 0,25 persen. Pemerintah diimbau berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk dukungan dan pengembangan potensi kepemudaan ini.
“Boleh menyambangi Kementerian dan lembaga terkait. Kita juga sudah ada payung hukum. Apalagi sekolah olahraga ini targetnya tergantung dari pemerintah daerah. Silakan mengunjungi Kemenpora untuk ajukan audiensi, pembuatan sekolah olahraga. Nanti akan didiskusikan mengenai referensi terkait Syarat Kecakapan Umum (SKU) mana yang cocok untuk didirikan di Kaltara,” tutupnya. (sas/uno)
Editor : uki-Berau Post