Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

AC Milan vs US Salernitana 1919, Usung Spirit UCL

izak-Indra Zakaria • Senin, 13 Maret 2023 | 11:07 WIB
GUILLERMO OCHOA
GUILLERMO OCHOA

Keberhasilan menembus delapan besar UEFA Champions League (UCL) musim ini membuat motivasi AC Milan berlipat. Spirit positif itu diharapkan bisa tertular ketika Il Rossoneri kembali bersaing di pentas domestik.

BILA ingin mempertahankan eksistensi di UCL musim depan, inilah saatnya. Persaingan di zona empat besar masih terbuka lebar bagi AC Milan. Saatini Il Diavolo Rosso baru mengoleksi 47 poin. Mereka tertahan di peringkat kelima. Zona Europa League. Peluang ke UCL musim depan terbuka lebar. Apalagi bila mereka berhasil mengatasi US Salernitana 1919 dini hari Wita nanti di Giuseppe Meazza, Milan, dini hari Wita.

Ya, tambahan tiga poin akan mengerek posisi mereka ke peringkat ketiga. Dua pesaing di atasnya, SS Lazio dan AS Roma, sama-sama dalam radius yang masih mampu disalip. Lazio mengoleksi 49 poin. Sementara Roma, perolehannya setara Milan.

Keberhasilan melaju ke delapan besar UCL musim ini menambah motivasi mereka untuk tampil optimal di laga dini hari Wita nanti. “Ya, sekarang kami harus melakukan (menang) hal serupa di liga. Di sana (liga), kami tertinggal, kami harus mengoleksi banyak poin untuk finis di empat besar,” jelas allenatore AC Milan Stefano Pioli.

Laga kontra Salernitana akan menentukan nasib mereka dalam persaingan empat besar. Sebab, di antara tiga pesaing, AC Milan jadi yang paling akhir melaksanakan pertandingan di giornata 26. Adapun AS Roma lebih dulu bertanding menghadapi Sassuolo, dini hari tadi.

Kekalahan atas Fiorentina pada laga sebelumnya di liga domestik menjadi pelajaran berharga. “Itu bukan hari kami. Ketika itu (kekalahan) terjadi, mudah untuk Anda bangkit pada pertandingan berikutnya. Mentalitas nyata adanya. Lebih baik mempersiapkan ke pertandingan berikutnya, ketimbang memikirkan yang sudah lalu,” jelas pelatih berkepala plontos itu.

Kabar baiknya, pada laga ini, Rafael Leao sudah bisa kembali tampil. Pada pertandingan kontra La Viola, pemain Timnas Portugal itu absen karena hukuman akumulasi kartu. Kembalinya dia pada laga ini diyakini berdampak positif pada sektor serangan. “Kemampuan Rafa untuk mengambil ruang memberi keuntungan kami, dia piawai bermain individu maupun secara kolektivitas tim,” imbuh pelatih 57 tahun.

Belum lagi, mereka punya catatan positif dalam dua laga terakhirnya di kandang. Gawang Mike Maignan tak terbobol alias clean sheet pada dua laga tersebut. (ndy/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria