DUA dekade lalu adalah kali terakhir tactician Arsenal meraih predikat sebagai pelatih terbaik Premier League. Yaitu ketika Arsene Wenger meraihnya pada musim 2003—2004. Musim ini, pelatih Arsenal Mikel Arteta dianggap sebagai favorit pemenang. Apalagi, kalau Arteta berhasil membawa The Gunners memenangi gelar juara Premier League musim ini.
Arteta bakal disaingi beberapa nama yang membawa perubahan masif di klub asuhan mereka. Sebut saja Eddie Howe yang berhasil mengembalikan Newcastle United ke persaingan papan atas.
Ada pula Roberto De Zerbi dengan kejutan bersama Brighton & Hove Albion maupun Unai Emery yang melesatkan Aston Villa dari peringkat ke-13 ke peringkat keenam.
“Tapi, dia (Arteta) musim lalu hampir dipecat. Banyak yang memintanya dipecat,” ungkap pandit sekaligus mantan striker timnas Inggris Peter Crouch kepada BT Sport kemarin (16/4).
“Dia kemudian mampu memutarbalikkan Arsenal sebagai penantang kekuatan besar di Inggris. Musim ini adalah musim yang hebat baginya,” tambah Crouch menyebut perbedaan antara Arteta dengan pelatih-pelatih lain yang bisa jadi rivalnya dalam perebutan gelar pelatih terbaik Premier League musim ini.
Mantan kiper Newcastle United Shay Given memuji keteguhan petinggi Arsenal yang tidak terburu-buru untuk memecat Arteta. Hal itu tidak dilakukan klub London lainnya seperti Chelsea maupun Tottenham Hotspur. Meski, Mister–julukan Arteta—sebenarnya masih muda dan belum banyak pengalaman. “Ketika itu, (petinggi Arsenal) tetap percaya kepadanya dan berkata: Dialah pelatih kami,” ucap Given.
Pelatih West Ham David Moyes yang beradu taktik dengan Arteta tadi malam pun menilai Mister punya syarat jadi pelatih hebat. “Karakter kuatnya dan dari pendekatan kepada pemain, dia (Arteta) akan jadi pelatih hebat,” tutur Moyes seperti dilansir Daily Mail. (ren/dns/jpg/ndy)
Editor : izak-Indra Zakaria