PARIS – Skors dua pekan yang diterima bintang Paris Saint-Germain Lionel Messi lantaran pergi tanpa izin ke Arab Saudi menimbulkan efek domino. Bukan hanya membulatkan tekad La Pulga (Si Kutu)—julukan Messi—untuk pergi dari PSG musim depan, melainkan juga munculnya teror fans garis keras PSG kepada bintang Les Parisiens –julukan PSG—lainnya.
Ratusan ultras PSG meneror striker PSG Neymar di depan kediaman pemain Brasil tersebut kemarin (4/5). Seperti tuntutan kepada Messi, ultras PSG ingin Neymar angkat kaki. Fans sudah jengah karena Neymar yang memiliki gaji tinggi tidak mampu memberikan prestasi yang sebanding.
Jika kepergian Messi realistis karena kontrak La Pulga kedaluwarsa akhir musim ini, untuk Neymar bakal rumit. Kontrak Neymar masih berlaku hingga dua tahun lagi. Selain itu, market value Transfermarkt menyebut, Neymar dihargai EUR 70 juta (Rp 1,13 triliun).
Seiring usia yang sudah menjejak 31 tahun dan punya riwayat rentan cedera setiap musim, akan sangat sulit bagi PSG menemukan klub yang bisa menebus harga Neymar. Itu belum termasuk gaji yang semusim mencapai EUR 36 juta (Rp 583,3 miliar).
”Klub mengecam tindakan yang tidak dapat ditoleransi dan menghina sekelompok kecil individu (Messi dan Neymar, Red). Klub juga bisa mengambil tindakan lebih jauh atas Tindakan tersebut,” demikian bunyi pernyataan resmi PSG menanggapi apa yang dialami Neymar dan Messi seperti dilansir L’Equipe.
Selain Messi dan Neymar, bek Sergio Ramos yang kontraknya juga kedaluwarsa akhir musim ini telah memberi sinyal pergi. Ramos yang berusia 37 tahun itu juga tidak nyaman dengan atmosfer klub yang diceritakan kepada teman dekatnya hanya sekadar latihan, bertanding, dan pulang.
”Kami masih tidak mengetahui di mana kami berada pada musim depan. Antara di sini atau kembali (ke Spanyol, Red). Biasanya baru bisa diketahui pada detik-detik terakhir (jelang kontrak habis, Red),” beber istri Ramos, Pilar Rubio, kepada RMC Sport. (io/dns)
Editor : izak-Indra Zakaria