Pesepakbola perempuan, Megan Rapinoe baru-baru ini tengah mempertimbangkan untuk pensiun dari dunia sepak bola.
Megan Rapinoe yakin mengambil keputusan untuk pensiun sebelum Piala Dunia Perempuan 2023, yang sebenarnya dia akan membantu Amerika Serikat untuk fokus pada tugas yang ada.
Pemain berusia 38 tahun itu telah membuat pengumuman pensiunnya 12 hari sebelum Piala Dunia Perempuan 2023 yang akan digelar di Selandia Baru dan Australia.
"Saya pikir itu memungkinkan saya untuk lebih fokus, memungkinkan tim untuk lebih fokus. Kami tidak perlu mendapat pertanyaan setiap saat, setiap pertandingan," ujar Megan Rapinoe sebagaimana yang JawaPos.com lansir dari Marca pada Kamis (13/7).
“Itu hanya semacam di luar sana dan saya bisa benar-benar menikmatinya dan fokus untuk mencoba memenangkan turnamen,” imbuhnya. Turnamen tersebut akan menjadi Piala Dunia keempat yang diikuti oleh Rapinoe. Dia berharap membuat sejarah dengan memimpin Amerika Serikat memenangkan trofi lainnya dan menjadi tim perempuan pertama yang memenangkan tiga trofi.
Beberapa waktu lalu, Rapinoe mengaku bahwa dia menerima bahwa dirinya seorang wanita transgender yang bermain untuk tim sepak bola perempuan Amerika Serikat. “Sangat. Anda mengambil tempat perempuan 'asli', itu bagian dari argumen yang masih sangat transfobia. Saya melihat perempuan trans sebagai perempuan sejati,” kata Rapinoe dalam wawancaranya beberapa waktu lalu.
“Apa yang Anda katakan secara otomatis dalam argumen - Anda sudah mengatakannya pada diri Anda sendiri - adalah Anda tidak percaya orang-orang ini adalah perempuan. Karena itu, mereka mengambil tempat lain. Saya tidak merasa seperti itu,” sambungnya.
Dia juga menjadi salah satu dari 40 atlet yang ikut menandatangani surat kepada anggota parlemen yang menentang Perlindungan Anak Perempuan dan Perempuan dalam UU Olahraga, dengan alasan bahwa RUU tersebut akan mengecualikan anak perempuan dan perempuan dari mendapatkan “manfaat kesehatan mental dan fisik.”
“Itu benar-benar omong kosong. Dan tunjukkan pada saya semua orang trans yang secara jahat memanfaatkan trans dalam olahraga. Itu tidak terjadi,” tandas Rapinoe. (*)