Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Cerita Patrice Evra Miliki Klub Promosi Primeira Liga

izak-Indra Zakaria • 2023-07-17 13:14:56
Patrice Evra menjadi pemilik klub promosi Primeira Liga musim depan, Estrela da Amadora. (PRIMEIRA LIGA)
Patrice Evra menjadi pemilik klub promosi Primeira Liga musim depan, Estrela da Amadora. (PRIMEIRA LIGA)

Bagi Patrice Evra, membeli Estrela da Amadora bukan sekadar berbisnis. Melainkan juga membayar nazar masa lalu. 

”Aku selalu mengatakan kepada diriku sendiri bahwa jika aku sukses (dalam sepak bola, Red), aku harus bermanfaat bagi banyak orang.” Begitu yang diucapkan Evra dalam wawancara dengan Marca

Evra merujuk pada masa lalunya yang kelam. Mantan bek kiri Manchester United, Juventus, Olympique Marseille, dan West Ham itu nyaris mengalami semua momen buruk dalam hidupnya.

Mulai ditinggal ayahnya ketika masih belia, menyaksikan saudaranya meninggal karena narkoba, pelecehan seksual, serangan rasial, hingga memakan makanan dari tempat sampah. 

Dari semua momen buruk tersebut, yang paling menyesakkan adalah kematian saudara. Sebab, pemilik 81 caps bersama timnas Prancis itu juga sempat menjadi pengedar narkoba sebelum sepak bola menyelamatkannya. 

Latar belakang kelam Evra senada dengan yang dirasakan Estrela. Sebenarnya, klub itu telah berdiri sejak 1932. Tetapi, 79 tahun berselang Estrela harus menerima kenyataan dinyatakan bangkrut lantaran permasalahan ekonomi. 

Sembilan tahun kemudian, klub berjuluk Tricolores itu lahir kembali. Tetapi, tidak begitu saja. Sebab, peninggalan Estrela sebelumnya benar-benar dirawat dan dilestarikan para suporter. Mulai mempertahankan identitas hingga mengoperasikan tim junior. 

Tujuh tahun setelah bangkrut, tim amatir bernama CD Estrela lahir berkat perjuangan berat. Mereka kemudian berkompetisi di kejuaraan amatir regional yang tergabung di asosiasi sepak bola Lisbon untuk menegaskan eksistensi. 

Tiga tahun lalu, seiring dengan eksistensi yang berlanjut, 92 persen anggota klub menyuarakan untuk segera kembali profesional.

Caranya, harus merger dengan klub divisi ketiga di Campeonato de Portugal, Club Sintra Football. Praktis, Estrela langsung menggantikan posisi Sintra di kasta ketiga. 

Ternyata, Estrela moncer. Semusim berselang mereka promosi ke Primeira Liga 2 dan bertahan dua musim hingga musim lalu. Kebangkitan Estrela makin fenomenal lantaran musim depan menapak kasta tertinggi, Primeira Liga, setelah 14 tahun.

Kepastian didapat pasca mengalahkan CS Maritimo via adu penalti 3-2 dalam playoff (11/6). 

Ketika menang playoff itulah, status Estrela sebagai milik Evra terkuak. Pria 42 tahun itu menguasai 90 persen saham. Bukan hal sulit bagi Evra untuk mengakuisisi Estrela.

Sebab, harga ketika dibeli hanya EUR 5 juta (Rp 84 miliar). Kini, setelah promosi ke Primeira Liga, nilai Estrela melonjak 800 persen menjadi EUR 40 juta (Rp 672,7 miliar). 

”Perjuangan dan pengorbanan selama ini terbayar,” ujar Evra. ”Tentu tidak mudah bersaing dengan Benfica, Sporting Lisbon, dan Porto (tiga klub raksasa di Primeira Liga, Red), tetapi saya tidak akan di sini seandainya kami tidak siap bersaing,” imbuhnya.

Evra mengakui, ada tawaran investasi dari Premier League, diduga pemilik Chelsea Todd Boehly, untuk membuat Estrela kompetitif di Primeira Liga musim depan. Tapi, Evra menolaknya. ”Untuk saat ini, kami ingin berjuang dengan apa yang kami miliki,” tandasnya.  (*)

 
 
Editor : izak-Indra Zakaria