Nomor punggung yang akan dipakai Marcus Thuram di Inter Milan akhirnya terungkap. Striker asal Prancis tersebut akan memakai nomor 9.
Putra dari bek kiri andal Lilian Thuram itu sebelumnya memperkuat Borussia Monchengladbach di Jerman sejak 2019. Kontraknya berakhir pada 30 Juni 2023. Tak memperpanjang kontrak, Marcus pindah ke Italia. Sehari berikutnya digaet Inter dengan status bebas transfer.
Oleh Inter, Marcus dikontrak lima tahun sampai 30 Juni 2028. Angka kontraknya dilaporkan bernilai 6,5 juta euro atau Rp106 miliar semusim. Kedatangannya akan menambah kekuatan lini serang Nerazzurri.
Nomor punggung 9 memang sedang tak bertuan setelah kepergian Edin Dzeko. Kini nomor tersebut menjadi milik Marcus. Nomor punggung 9 bukanlah nomor punggung yang asing baginya. Ia pernah memakainya di Guingamp pada musim 2017/2018. Namun, selama empat musim membela Monchengladbach, Marcus selalu memakai nomor 10. Ia juga mengenakan nomor 15 bersama Timnas Prancis.
Marcus Thuram memang tak asing dengan Italia. Ia lahir di Parma, pada 6 Agustus 1997. Ia lahir di Italia ketika sang ayah, Lilian Thuram sedang bermain di Serie A bersama Parma. Marcus memulai kariernya sebagai pemain sepak bola junior di Olympique de Neuilly pada 2007 hingga 2010. Pada musim 2010 hingga 2012, ia ke Boulogne-Billancourt. Sebelum akhirnya pindah ke Sochaux untuk periode 2012 hingga 2014.
Marcus mengawali karier profesionalnya di Sochaux II selama musim 2014 hingga 2017. Ia tercatat bermain 38 kali, dan mencetak 6 gol. Selama periode 2015 hingga 2017, ia masih bersama Sochaux dan tampil 37 kali. Namun, namanya masih kurang mentereng, karena hanya mencetak 1 gol.
Setelah lima tahun di Sochaux, pada 2017 pindah ke Guingamp hingga 2019. Ia tercatat bermain 64 kali, dan menyumbang 12 gol. Pada 2019, ia diboyong Borussia Mönchengladbach, dan tampil 111 kali. Sebelum pindah ke Inter, Marcus mencetak 34 gol saat bermain di klub Jerman itu.
“Marcus Thuram cepat. Dia sangat cepat mencapai tujuannya, dan mengatasi rintangan apapun yang dihadapi,” tulis Inter di situs resminya.
Inter juga menjelaskan bahwa ayah Marcus dulu sebenarnya ingin anaknya menjadi atlet judo atau anggar. Namun, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Marcus mengikuti jejak sang ayah bermain sepak bola. “Dia sangat berharga lebih dari sekadar nama di belakang bajunya. Meskipun dia tidak pernah melupakan ajaran dan teladan ayahnya, Lilian,” imbuhnya.
Marcus sebetulnya juga diincar AC Milan. Bahkan sudah berbicara dengan pelatih Stefano Pioli. Namun, ia merasa proyek Inter lebih meyakinkan. Terlebih ia sudah didekati sejak akhir tahun lalu. Pelatih Simone Inzaghi juga sudah membahas perannya di tim. Ia akan menjadi pengganti Edin Dzeko yang cabut ke Fenerbahce.
Selain Milan, Paris Saint-Germain juga sempat mendekatinya. Namun, Marcus memilih untuk tetap merantau alih-alih pulang kampung. Kini ia siap memulai petualangan baru dalam kariernya.(net/by/dye)