BALIKPAPAN–Pengurus Kota (Pengkot)Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Balikpapan terus menggenjot pembinaan atlet dari lini termuda. Teranyar, mereka wujudkan dengan menggelar kejuaraan handball (kejurball) pelajar se-Balikpapan. Bergulir sejak Senin (16/10) di Balikpapan Tennis Stadium, kegiatan tersebut akan terselenggara hingga sepekan ke depan.
Ajang yang memperebutkan Piala Inkorincorp ini diikuti 81 tim dari seluruh sekolah di Balikpapan. Terdiri dari 42 tim dari tingkat SD, 21 tim SMP, dan 18 tim SMA. Tingkat SD dan SMP menggunakan sistem gugur. Sementara tingkat SMA menggunakan sistem setengah kompetisi.
Ketua Pengkot ABTI Balikpapan Suraji mengatakan, jumlah itu lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan itu adalah bukti bahwa pembinaan di sekolah-sekolah terus berjalan. “Yang jelas, ABTI Balikpapan sangat bangga dengan antusiasme seluruh sekolah kepada bola tangan. Dari tahun ke tahun, jumlah peserta terus meningkat,” ujarnya.
Dia menambahkan, kejuaraan ini juga sebagai komitmen mereka dari program pembinaan atlet. Sekaligus menjalankan misi utama yakni Balikpapan sebagai kiblat bola tangan di Kaltim dan Indonesia. “Tentunya, agenda seperti ini akan terus kami gelar setiap tahun. Dengan tujuan, menghasilkan atlet-atlet berkualitas,” kata dia.
CEO PT Inkorincorp Filcocean Investama Jundi Rahmad Danny juga memuji pelaksanaan event tersebut. Dia juga berkomitmen bakal terus mendukung program pembinaan atlet di Balikpapan. “Inkorincorp akan terus mendukung berbagai kegiatan olahraga, yang mana ini demi pembinaan dan prestasi para atlet Kaltim, khususnya Balikpapan,” ucap dia.
Mewakili Pemkot Balikpapan, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Cokorda Istri Ratih Kusuma mengapresiasi kejuaraan ini. Menurutnya, ajang ini sangat berguna untuk mencari bibit-bibit atlet. Sekaligus jadi ajang pemanasan menuju PON Aceh-Sumut.
Dalam kejuaraan ini, ia menyebut semua peserta memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan keterampilan dan merebut gelar juara. Ia juga mengajak para atlet muda ini untuk meneladani prestasi atlet senior mereka, baik di kancah nasional maupun internasional. “Tentu semua pihak harus bekerja sama dalam pembinaan atlet. Program pembinaan melalui kejuaraan perlu dilakukan. Hal ini demi mendorong terciptanya atlet hebat,” pungkasnya. (ndy/k16)
OKTAVIA MEGARIA
oktaamegaa@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria