BALIKPAPAN – Sepak sepak bola (SSB) Bebanir terus mempersiapkan diri untuk tampil Bupati Cup 2023 di Sangatta, Kutai Timur. Pada ajang ini, mereka bakal turun di kategori U-12. Tergabung di grup A bersama BPFA Bontang, Rainbow Warrior, dan tim tuan rumah, SSA Kutim.
“Tentu untuk tim yang kami antisipasi itu dari tuan rumah. Tetapi, kekuatan merata karena SSB yang turun ke Bupati Cup ini se-Kaltim dan sama-sama mengusung target lolos di fase grup dan sampai final,” kata Juliansyah, pendiri SSB Bebanir.
Diakui pria yang akrab disapa Jhul itu, semua tim yang mengikuti event ini punya peluang meraih hasil yang maksimal. Sebab, anak-anak usia 12 tahun yang berkiprah dalam turnamen ini mental bermain yang sudah terasah.
“Intinya, kami para pelatih percaya anak-anak didik kami akan berjuang semaksimal mungkin untuk menjadi yang terbaik.. Karena bagaimana pun mereka membawa nama baik Balikpapan. Apa pun hasilnya kami kembalikan ke rezeki lagi,” tandasnya.
Di sisi lain, Jhul berharap ke depannya SSB Bebanir Bisa mendapat perhatian dari pemerintah. Supaya, anak-anak yang ingin menyalurkan bakat mereka terfasilitasi dengan baik. Serta, sarana penunjang latihan bisa dilengkapi dengan baik oleh pemerintah daerah.
SSB Bebanir berdiri sejak 2011. SSB ini didasari oleh semangatnya untuk mengembangkan dan mendorong pergerakan olahraga, khususnya sepak bola di Balikpapan Utara. Awalnya Jhul, mendirikan SSB Balikpapan Utara (Balut), yang kemudian pada 2015 berubah menjadi SSB Bebanir.
Pada awal berdirinya, SSB Bebanir diisi oleh hampir semua kelompok umur. Dari usia 9 sampai 17 tahun. Pada masa itu, Bebanir sangat konsisten dalam membantu merekrut pesepak bola usia dini di Kota Minyak.
“Sempat terputus untuk usia 10-17 tahun karena Covid-19, dan tersisa usia 9 tahun yang sekarang sudah di kelompok umur 13 tahun,” jelas Jhul. Dia menambahkan, jumlah siswa di SSB Bebanir sekarang tidak sebanyak dulu yang mencapai angka 150 siswa. Kini, hanya menyisakan 50 siswa dari tiga kategori usia 10, 12 dan 13/14.
Bebanir pun baru sampai di kejuaraan tingkat regional Kalimantan. SSB Bebanir pun finis di posisi keempat dalam Kompetisi Liga Danone 2017, di Stadion Batakan. Sisanya, runner-up di Piala Wali Kota Balikpapan, serta mengikuti Piala Menpora dengan gelar terbaik se-Balikpapan.
Ia juga mengakui, perkembangan para pemain selalu meningkat. Hanya terputus saat masa pandemi, dan mereka harus memulai dari nol lagi. “Tetapi pasca pandemi, SSB Bebanir memulai lagi dan alhamdulillah berkat dukungan para orangtua, SSB Bebanir a pelan-pelan membangun kekuatan lagi,” tambah guru olahraga SD 020 Balikpapan itu.(er)
OKTAVIA MEGARIA
oktaamegaa@gmail.com