Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gaji Pemain diLiga 2 Lancar, tapi Marak Pemutusan Kontrak Sepihak

izak-Indra Zakaria • 2023-12-14 11:24:21
M Hardika Aji
M Hardika Aji

 

JAKARTA – Fase grup Liga 2 musim 2023–2024 hampir rampung. Sepanjang fase grup, Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) menyatakan tidak ada kasus penunggakan gaji. Pembayaran gaji musim ini lancar. “Belum ada laporan mengenai telat pembayaran gaji. Curhatan pemain juga belum ada,” ujar CEO APPI M Hardika Aji kepada Jawa Pos di kantor APPI, Jakarta, kemarin.

Hanya, sambung Aji, ada persoalan lain yang marak terjadi di Liga 2. Yaitu, pemutusan kontrak pemain secara sepihak oleh klub. “Para pemain diputus kontraknya karena performa bermain dan alasan cedera. Banyak yang begini di Liga 2 musim ini,” terang alumnus Universitas Indonesia tersebut.

Aji tidak memerinci siapa saja pemain yang kontraknya diputus secara sepihak oleh klub. Aji hanya menyebut, kejadian itu sedikitnya dilakukan tujuh tim Liga 2. ”Seharusnya ini tidak boleh. Apalagi kalau di-cut karena cedera. Klub seharusnya memproteksi,” tegas Aji.

Aji menyatakan, APPI sudah melakukan korespondensi terhadap klub-klub itu. ”Seharusnya mereka yang cedera dipulihkan dan diberikan haknya,” jelasnya. Dia menambahkan, pernah ada case terkait klub yang tetap care terhadap pemain yang cedera. ”Saat itu kontrak si pemain sudah habis. Tapi, dia masih menjalani pemulihan cedera. Saat itu dia tetap mendapat gaji bulanan. Sebab, saat pemulihan cedera, dia belum bisa bermain di mana-mana,” ungkap Aji.

Dalam kesempatan kemarin, Aji juga meng-update perkembangan penyelesaian kasus penunggakan gaji Liga 2 musim lalu. Aji menjelaskan, sudah ada progres signifikan. Gresik United, misalnya. ”Gresik United sudah ada kesepakatan penyelesaian dengan APPI. Sudah ada pembayaran termin pertama,” jelas Aji.

Persijap Jepara sudah lunas. Begitu juga PSMS Medan dan Persiraja Banda Aceh. ”Kalteng Putra sudah ada putusan NDRC. Tinggal menunggu realisasi. Lalu, PSPS Riau tinggal satu pemain yang belum dari total 26 pemain,” paparnya.

Berikutnya adalah Semen Padang. Aji menerangkan, sengketa gaji Semen Padang masih menunggu proses di NDRC. Lalu, Persikab Kabupaten Bandung tinggal menunggu tujuh pemain. Awalnya, ada 25 pemain Persikab yang gajinya belum dibayarkan. ”PSKC Cimahi belum sama sekali. Sudah ada audiensi dengan APPI tapi belum ada penyelesaian. Masih ada permasalahan manajemen lama dan baru terkait administrasi,” ungkapnya. (fiq/c19/ali/jpg/er/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria