Pemerintah Pusat melalui Kemen PUPR akan merenovasi sejumlah stadion. Sebelas di antaranya merupakan markas kontestan Liga 1.
JAKARTA – Liga 1 musim 2023–2024 segera memasuki jeda panjang pada 19 Desember 2023 hingga 3 Februari 2024. Saat kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia itu kembali bergulir, ada 11 klub sudah tidak bisa lagi memainkan pertandingan home di kandangnya.
Humas PT Liga Indonesia Baru Sabina Katya menjelaskan, 11 klub itu adalah Persita Tangerang, Dewa United, Persikabo 1973, Persib Bandung, Bhayangkara Presisi Indonesia FC, RANS Nusantara FC, PSIS Semarang, dan PSS Sleman. Begitu pula Barito Putera, PSM Makassar, dan Borneo FC Samarinda. Stadion yang menjadi kandang klub-klub tersebut akan direnovasi pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).
’’PT LIB dan klub-klub sudah diinformasikan oleh Kementerian PUPR mengenai rencana renovasi. Per awal 2024, memang tidak terhindarkan beberapa klub akan mencari venue alternatif,’’ ujar Sabina kepada Jawa Pos melalui pesan singkat kemarin.
Beberapa klub sudah bersiap mencari tempat alternatif untuk menggelar laga kandang. Bhayangkara FC, misalnya. Tim yang kini diperkuat Radja Nainggolan tersebut rencananya membidik Stadion Madya, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, sebagai home base pengganti Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi. Berbeda dengan Bhayangkara FC, tim pengguna Stadion Patriot lainnya, Persija, berencana membidik Jakarta International Stadium (JIS) sebagai home base.
Borneo FC punya dua opsi stadion pengganti Stadion Segiri, Samarinda. Yakni, Stadion Batakan di Balikpapan dan Stadion Aji Imbut, Tenggarong. Sementara itu, Persita belum menentukan home base alternatif. Awalnya, tim berjuluk Pendekar Cisadane itu ingin bermain di Banten International Stadium (BIS), Serang, Banten. Namun, stadion itu belum bisa digunakan karena persoalan administrasi.
Pelatih Persita Divaldo Alves mengungkapkan, manajemen tim masih terus mencari opsi terbaik. ’’Informasi yang saya dapat, sudah ada beberapa pilihan. Saya menunggu keputusan manajemen. Yang pasti, kami mencari tempat yang bisa dijangkau suporter,’’ ucap mantan pelatih Persik Kediri itu.
Terkait home base baru bagi klub-klub yang terdampak renovasi stadion, Sabina juga belum bisa menjelaskan lebih dalam. Saat ini PT LIB terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan para klub.
’’Kami masih harus menunggu pengajuan atau pemberitahuan resmi dari klub-klub tersebut. Komunikasi yang sifatnya koordinatif terus kami jalin. Kami sama-sama ingin mencari solusi,’’ tegas mantan atlet wushu tersebut. (fiq/c17/ady/jpg/er/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria