Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) garapan KONI Kaltim diakui memberi warna baru bagi pelatih.
SAMARINDA – KONI Kaltim bersiap menggelar pemusatan latihan daerah (pelatda). Program tersebut menjadi pemantapan target untuk tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatra Utara.
Sebelum pelatda, KONI Kaltim terlebih dulu mengadakan coaching clinic. Agenda tersebut berlangsung di Mesra Business & Resort Hotel Samarinda, Selasa (6/2).
Pelatih sepatu roda Kaltim, Romiansyah menyebut, coaching clinic yang diinisiasi KONI Kaltim menghadirkan Prof Dikdik Zafar Sidiq selaku konsultan teknik, menyegarkan kembali ingatan para pelatih untuk menyusun program pelatihan secara baik. Diakui Romi, pada dasarnya seluruh rangkaian KONI Kaltim dapat menambah semangat para pelatih dalam meningkatkan kualitas atlet. “Diskusi terjadi aktif. Prof Dikdik kembali me-refresh kami (pelatih) untuk mengidentifikasi kapasitas atlet,” ucapnya, (9/2).
Menurut Romi, keilmuan Prof Dikdik akan keolahragaan tak dapat dimungkiri. Sebab, beberapa program yang dia susun ternyata diperlukan tiap-tiap cabang olahraga guna menentukan tahapan latihan para atlet agar sesuai sasaran.
“Secara garis besarnya begini, kami diberikan pemahaman bagaimana kualitas atlet, apakah sudah bagus atau belum. Selain itu, kami diberi pemahaman bagaimana membuat program pelatihan untuk atlet bisa lebih bagus,” sambungnya menceritakan agenda coaching clinic pelatih, beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan itu, kata Romi, pemateri siap memfasilitasi di luar waktu penyelenggaraan. Bagi pelatih yang kurang paham dapat dilaksanakan pelatihan tambahan. “Prof menawarkan untuk pembelajaran lebih dalam via zoom meeting,” imbuhnya.
Kunci untuk meraih prestasi di suatu kompetisi, peran pelatih dalam mengambil keputusan adalah hal yang penting. Ya, itu semua perlu kalkulasi yang akurat.
Pelatih bola tangan Kaltim, Dwichandra Hariwibowo mengungkapkan hal serupa. Medio 2021, Chandra mengaku pernah mendapatkan materi serupa. Namun, beberapa item materi tersebut sempat dilupakan. Nah, melalui agenda tersebut, perencanaan dalam menyusun program latihan dapat tersusun secara matang. “Apa yang disampaikan menjadi pedoman kami dalam melatih atlet nanti saat memasuki pemusatan latihan daerah,” pungkasnya.(er/k16)
EKO PRALISTIO
pralistioeko@gmail.com
Editor : Indra Zakaria