Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lawan Pasti Lemas..!! Kenali 9 Jenis Cekikan yang Lazim Dipakai Petarung MMA

Indra Zakaria • 2025-04-18 08:00:00
Kuncian d
Kuncian d

Dalam Mixed Martial Arts (MMA), teknik cekikan (choke) adalah salah satu cara untuk memenangkan pertarungan melalui submission. Cekikan bekerja dengan mengganggu aliran darah ke otak (blood choke) atau aliran udara ke paru-paru (air choke) lawan, yang memaksa mereka untuk menyerah (tap out) atau kehilangan kesadaran.

Berikut adalah beberapa jenis cekikan utama dalam MMA dan penjelasannya:

1. Rear-Naked Choke (RNC): Jenis Cekikan Blood choke.

Cara Melakukan: Dilakukan dari posisi back mount (menguasai punggung lawan). Satu lengan melingkari leher lawan (di bawah dagu dan di atas salah satu bahu), dan lengan lainnya mengunci bisep lengan yang melingkari leher. Kemudian, kedua tangan merapatkan dan menarik ke belakang, menekan arteri karotis di kedua sisi leher lawan.

Efek: Menghambat aliran darah ke otak, menyebabkan pusing, kehilangan kesadaran, dan submission.

Keunggulan: Sangat efektif karena posisi back mount memberikan kontrol yang besar dan sulit untuk dipertahankan.

2. Triangle Choke (Segitiga): Jenis Cekikan: Kombinasi blood choke dan air choke.

Cara Melakukan: Melibatkan penggunaan kedua kaki dan salah satu lengan lawan untuk membentuk segitiga di sekitar leher dan salah satu bahunya. Satu kaki mengunci di belakang kepala lawan, kaki lainnya mengunci di pergelangan kaki yang lain. Lengan lawan yang berada di dalam segitiga ditekan ke arteri karotis di satu sisi leher, sementara tulang kering kaki menekan sisi leher lainnya. Tekanan juga dapat diberikan pada trakea (cekikan udara).

Efek: Menghambat aliran darah dan/atau udara, menyebabkan submission.
Keunggulan: Dapat dilakukan dari posisi guard (posisi di mana petarung berada di atas atau di bawah dengan kaki melingkari pinggang lawan) dan merupakan submission yang sering terlihat.

3. Guillotine Choke: Jenis Cekikan: Blood choke (terutama) dan air choke (kadang-kadang).

Cara Melakukan: Dilakukan dari posisi front headlock (kepala lawan berada di bawah ketiak Anda). Salah satu lengan melingkari leher lawan dari depan, dan tangan lainnya mengunci pergelangan tangan lengan yang melingkari leher. Kemudian, menarik lengan ke atas sambil mendorong kepala lawan ke bawah (atau sebaliknya) memberikan tekanan pada arteri karotis. Jika posisi lengan menekan trakea, itu juga menjadi air choke.

Efek: Menghambat aliran darah dan/atau udara, menyebabkan submission.
Keunggulan: Dapat dilakukan saat takedown gagal atau dalam posisi standing.

4. Arm-Triangle Choke (Samping/Head and Arm Choke): Jenis Cekikan: Blood choke.

Cara Melakukan: Dilakukan dari posisi side control atau mount. Salah satu lengan melingkari leher lawan, dan lengan lainnya melingkari lengan lawan yang sama. Kemudian, merapatkan kedua lengan dan menggunakan bahu untuk memberikan tekanan pada arteri karotis di kedua sisi leher lawan. Kepala lawan sering kali terjepit di antara lengan dan bahu.
Efek: Menghambat aliran darah ke otak, menyebabkan submission.
Keunggulan: Posisi kontrol yang baik memudahkan penerapan kuncian ini.


5. Ankle Lock (Kuncian Pergelangan Kaki):

Jenis Cekikan: Meskipun secara teknis adalah kuncian sendi, tekanan yang kuat pada tendon dan tulang di sekitar pergelangan kaki dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan memaksa lawan menyerah. Beberapa variasi dapat juga mempengaruhi aliran darah ke kaki.

Cara Melakukan: Melibatkan penguncian pergelangan kaki lawan dengan tangan dan kaki, kemudian memberikan tekanan dengan memutar atau menekuk pergelangan kaki.

Efek: Nyeri hebat yang memaksa submission.

6. Heel Hook (Kuncian Tumit):

Jenis Cekikan: Sama seperti ankle lock, ini adalah kuncian sendi yang sangat menyakitkan pada tumit dan ligamen kaki. Beberapa variasi juga dapat mempengaruhi aliran darah.
Cara Melakukan: Melibatkan pengontrolan kaki lawan dan memutar tumit dengan menggunakan tangan dan kaki.
Efek: Nyeri hebat yang memaksa submission dan berpotensi menyebabkan cedera serius.


7. D'Arce Choke (Brabo Choke):Jenis Cekikan: Blood choke.

Cara Melakukan: Mirip dengan arm-triangle, tetapi lengan yang melingkari leher lawan tidak melingkari lengan yang sama, melainkan masuk di bawah ketiak lawan yang berlawanan dan mengunci di belakang leher lawan.

Efek: Menghambat aliran darah ke otak, menyebabkan submission.
Keunggulan: Dapat dilakukan dari berbagai posisi, termasuk side control dan guillotine yang gagal.

8. North-South Choke: Jenis Cekikan: Blood choke.

Cara Melakukan: Dilakukan dari posisi north-south (kepala Anda menghadap selangkangan lawan, berlawanan arah dengan kepalanya). Salah satu lengan melingkari leher lawan, dan tangan lainnya mengunci di belakang kepala lawan atau di lengan yang melingkari leher. Kemudian, merapatkan lengan dan menggunakan tekanan tubuh untuk mencekik.

Efek: Menghambat aliran darah ke otak, menyebabkan submission.

9. Ninja Choke

Ninja Choke, terkadang juga disebut scarf hold choke atau baseball bat choke (terutama variasinya dengan menggunakan lapel gi), adalah teknik submission (kuncian) dalam MMA yang menargetkan aliran darah ke otak lawan melalui tekanan pada arteri karotis di leher.

Teknik ini unik karena sering kali tidak melibatkan penggunaan kaki untuk mengontrol tubuh lawan secara tradisional seperti kuncian belakang (rear-naked choke) atau segitiga (triangle choke). 

Penting untuk Dicatat:

Setiap cekikan memiliki variasi teknik yang berbeda. Keberhasilan cekikan sangat bergantung pada posisi tubuh, kontrol, dan teknik yang benar. Latihan cekikan harus selalu dilakukan di bawah pengawasan instruktur yang berpengalaman dan dengan rekan latihan yang terlatih. Keselamatan adalah prioritas utama dalam latihan submission. Petarung harus belajar untuk tap out (menyerah) dengan cepat dan sering untuk menghindari cedera atau kehilangan kesadaran. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Mix Martial Art