PROKAL.CO– Direktur Olahraga Yamaha, Maio Meregalli, buka suara mengenai tantangan berat yang dihadapi tim pabrikan asal Iwata tersebut dalam mengembangkan mesin terbaru untuk motor Yamaha M4. Meski mengklaim motor tersebut memiliki stabilitas yang luar biasa, Yamaha mengakui masih tertinggal jauh dalam hal kecepatan puncak (top speed).
Dalam evaluasinya usai sesi tes pramusim di Sirkuit Sepang awal bulan ini, Meregalli menyebut bahwa Yamaha M4 sebenarnya adalah motor yang sangat nyaman dikendarai dengan keseimbangan performa yang solid. Namun, kelebihan itu belum cukup untuk membawa Yamaha bersaing di barisan depan.
“Bagian yang krusial untuk dikembangkan adalah kecepatan. Motor ini sudah sangat enak dikendarai dan keseimbangannya bagus, namun secara performa mesin, kami belum berada di tahap maksimal,” ungkap Meregalli sebagaimana dikutip dari Motorsports, Senin (9/2).
Langkah Yamaha untuk mengejar ketertinggalan pun tidak berjalan mulus. Sesi tes di Sepang diwarnai dengan serangkaian nasib sial dan kendala teknis. Di hari pembukaan, bintang utama mereka, Fabio Quartararo, harus mengalami kecelakaan fatal yang mengakibatkan patah tulang jari tangan.
Situasi semakin rumit pada hari kedua setelah operasional tim terpaksa dihentikan sementara. Hal ini terjadi menyusul adanya investigasi terkait aspek keamanan mesin. Kendala administratif dan teknis ini membuat Yamaha kehilangan waktu berharga untuk mengumpulkan data penting.
“Semuanya masih sangat baru dan kami belum memiliki data yang cukup. Kami baru akan benar-benar memahami kendala yang ada setelah menjalani sesi tes lanjutan di Sepang dan Buriram dengan komponen yang sama,” tambahnya.
Saat ini, tim pabrikan berlogo garpu tala tersebut sedang berpacu dengan waktu. Dengan seri pembuka MotoGP yang sudah di depan mata, pengembangan mesin M4 menjadi prioritas utama agar Fabio Quartararo dan kolega tidak hanya sekadar menjadi pelengkap di grid, tetapi mampu menantang dominasi pabrikan lain yang kian melesat.(*)
Editor : Indra Zakaria